Rencana Reklamasi Bandara Ngurah Rai 12,15 Ha Tabrak Kawasan Konservasi, Walhi Bali Ajukan Protes

Walhi Bali memprotes PT Angkasa Pura yang berencana melakukan reklamasi seluas 12,15 Ha guna perluasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Rencana Reklamasi Bandara Ngurah Rai 12,15 Ha Tabrak Kawasan Konservasi, Walhi Bali Ajukan Protes
Dokumentasi Walhi Bali
Direktur Eksekutif Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama saat menyerahkan surat protes kepada pimpinan rapat Komisi Penilai Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) di The Anvaya Beach Resort, Kuta, Jum'at (8/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali memprotes PT Angkasa Pura yang berencana melakukan reklamasi seluas 12,15 Ha guna perluasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Protes tersebut dilayangkan langsung oleh Direktur Eksekutif Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama dalam rapat Komisi Penilai Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) di The Anvaya Beach Resort, Kuta, Jum'at (8/11/2019).

Protes dilayangkan oleh Walhi Bali karena lokasi rencana reklamasi tersebut berada di kawasan konservasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 45 Tahun 2011 yang diubah dalam Perpres Nomor 51 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

50 Nama Bayi Berawalan Huruf Y dari Berbagai Bahasa Beserta Artinya

Tim Wasrik Itwasda Polda Bali Periksa Satker Biro Logistik

Oleh karena itu Untung Pratama menilai rapat Komisi Penilai Amdal tersebut sudah melanggar hukum.

“Rencana reklamasi seluas 12,15 Hektar yang akan dilakukan oleh PT Angkasa Pura tersebut tidak sesuai dengan rencana tata ruang," tegasnya.

Karena melanggar kawasan konservasi, seharusnya Addendum Analisis Dampak Lingkungan (Andal), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) milik PT Angkasa Pura tidak dapat dinilai dan rapat harus dihentikan.

Selain itu, Untung Pratama juga menyoroti dampak dari reklamasi terdahulu yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura.

Dirinya menyampaikan bahwa pesisir utara dari Tuban hingga Kuta mengalami dampak abrasi paling parah akibat kegiatan reklamasi.

Agar Perjalananmu Penuh Makna, Simak Tips Travelling Ala Nicholas Saputra

Ratusan Pedanda Siwa-Budha Hadiri Mahasabha IV Dharmapadesa Pusat

“Pura Cedok Waru digeser sampai tiga kali akibat reklamasi sebelumnya," ujarnya.

Dalam rapat tesebut Untung Pratama juga menyerahkan surat protes kepada pimpinan rapat.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Meika Pestaria Tumanggor
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved