Dalung Siapkan Lahan Seluas 27 Are, Hari Ini Siap Menampung Sampah
Lahan TPS dengan tanah seluas 27 are itu berlokasi di Banjar Dukuh. mulai besok (hari ini-red) sudah bisa sampahnya dibuang di sana
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Penanganan sampah di Kabupaten Badung tak kunjung selesai.
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta pun sampai turun tangan dengan menemui Walikota Denpasar dan Kelian Adat Pesanggaran agar diberikan toleransi membuang sampah untuk sementara ke TPA Suwung antara 6 bulan hingga 1 tahun ke depan.
Namun sampai saat ini pertemuan itu belum juga membuahkan hasil.
Menyikapi persoalan itu, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara Badung menawarkan solusi untuk membangun Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R (reduce, reuse, recycle).
Lahan yang akan digunakan untuk TPS itu sudah mulai diratakan dengan alat berat pada Rabu (13/11/2019).
Lahan TPS dengan tanah seluas 27 are itu berlokasi di Banjar Dukuh.
• Riset: Faktor Sosial Aktif Membawa Stres dan Memicu Masalah Kesehatan Mental
• Terkait Atlet Rugby David Fifita Bayar 30 Ribu Aud Atas Kasusnya di Bali, Ini Klarifikasi Pengacara
Perbekel Dalung, Putu Gede Arif Wiratya saat dikonfirmasi membenarkan bahwa di wilayahnya akan dibangun TPS 3R. Menurutnya tidak ada masalah akan pembangunan TPS 3R tersebut.
“Kami sudah bicarakan kepada seluruh desa adat yang ada di Desa Dalung yakni ada tiga desa adat dan sudah tidak ada masalah untuk pembangunan TPS 3R ini,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa saat ini sudah dalam tahap pengerjaan dengan pembuatan jalan dan penataan lahan.
Dalam proses penataan, pihaknya meminjam alat berat di Dinas PUPR Badung.
“Nanti dilanjutkan di tahun 2020 pembangunannya oleh Pemerintah Kabupaten Badung dan mulai besok (hari ini-red) sudah bisa sampahnya dibuang di sana,” paparnya.
Arif Wiratya juga mengatakan lahan itu hasil kerjasama dengan pihak Desa Adat Dalung.
“Itu lahan milik Desa Adat Dalung yakni menggunakan pelabe pura Desa Adat Dalung. Namun kami belum tahu berapa daya tampung TPS 3R tersebut,” ungkapnya.
Ia memaparkan di Dalung terdapat 23 banjar dinas dengan tiga desa adat. Ditegaskannya, tiga desa adat tersebut sudah menerima pembangunan TPS 3R.
Kepala DLHK Badung, Putu Eka Merthawan mengamini bahwa di Kawasan Desa Dalung memang akan dibangun TPS 3R. “Akhir bulan ini yakni Desember akan selesai lahannya.
Nanti konsepnya langsung diolah,” akunya.
• Bali Animal Defender Kecam Kasus Penganiyaan Hewan di Gianyar: Kasus Ini Viral Sampai Australia
• Dibalik Jajanan Kekinian Seperti Bubble Drink Hingga Soft Drink, Waspada Terhadap Bahaya Diabetes
Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Badung, Putu Alit Yandinata menyatakan akan siap memperjuangkan anggaran untuk persoalan sampah ini.
Pasalnya, di Kabupaten Badung kini harus ada pengolahan sampah yang memadai.
“Saat ini kan pembahasan RAPBD 2020, belanja sudah kita sesuaikan, PAD kita sudah kita hitung dan anggaran 2020 siap untuk menanggulangi persoalan sampah ini.
Masalah sampah adalah masalah kita setiap hari,” katanya.
Ia pun mengatakan bahwa harus ada kesepahaman bersama terkait penanganan sampah ini, baik dari pihak masyarakat maupun pemerintah.
Menurutnya masyarakat jangan sampai mengadakan demo terkait persolan sampah tersebut.
Lebih lanjut politisi asal Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani ini menginginkan masyarakat dan pemerintah melakukan dialog bersama karena masalah sampah ini adalah masalah bersama.
“Kalau udah kita sepaham, mencari solusi lebih gampang. Kami berharap masyarakat Badung ikut memberikan masukan untuk lokasi TPA yang representatif,” katanya.
• KAGAMA Gelar Munas di Bali, Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadir Untuk Membuka Acara
• Pasca Aksi Bom Bunuh Diri di Medan, Polres Klungkung Perketat Jalur Tikus Ini
Alit : Kami Back Up Penuh
Menurut Ketua Komisi III DPRD Badung, Putu Alit Yandinata , OPD terkait harus menyiapkan segala sesuatunya, baik konsultan, tempat yang representatif, maupun teknologi.
“Itu yang disebut Rencana Kerja Program (RKP) dan Rencana Kerja Anggaran (RKA). Artinya karena ini bagian dari kegiatan prioritas, tentu kami akan back up penuh,” akunya.
Dengan pengelolaan yang optimal, menurut Alit Yandinata, Badung akan siap menangani sampah secara tuntas. Bahkan bisa jadi mampu menampung sampah seluruh Bali pada 2023 mendatang.
“Intinya begini, kalau sistem pengelolaannya bagus, TPA-nya dengan sistem teknologi canggih, kan bisa kekurangan sampah kita nanti. Yang mahal kan teknologinya,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lahan-yang-akan-dibangun-tps-3r-di-banjar-dukuh-desa-dalung.jpg)