LPD Serampingan Tiga Kali Dibobol, Brankas Dirusak, Uang Rp 85 Juta Milik Nasabah Raib

Untuk berkas atau dokumen penting milik nasabah seperti BPKB dan sertifikat tanah yang digunakan jaminan, masih aman

LPD Serampingan Tiga Kali Dibobol, Brankas Dirusak, Uang Rp 85 Juta Milik Nasabah Raib
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Suasana di LPD Desa Adat Serampingan, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, tampak sepi, Kamis (14/11). Pencuri membobol LPD ini dan membawa kabur uang tunai sebesar Rp 85 juta. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Untuk ketiga kalinya, LPD Desa Pakraman Serampingan, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, menjadi target pencurian. Maling beraksi malam hari dengan menggodol brankas berisi uang Rp 85 juta.

Peristiwa ini diperkirakan terjadi Rabu (13/11/2019) malam dan baru diketahui, Kamis (14/11/2019) pagi. Pencuri mendongkel jendela kantor LPD, merusak terali besi, kemudian masuk untuk selanjutnya menggondol brankas berisi uang tersebut.

Warga bernama I Made Surya Irawan (35), pagi kemarin hendak mengambil sekam di tempat giling gabah di sebelah timur LPD. Setibanya ia kaget melihat sebuah brankas yang terbuka. Mengetahui hal tersebut, ia pun langsung menghubungi Ketua LPD, I Nyoman Suryanta (51).

Setelahnya mereka melapor ke polisi. Suryanta mengatakan, uang tunai sebesar Rp 85 juta tersebut tersimpan kurang lebih sejak tiga hari yang lalu. Pelaku hanya mengambil uang saja. Sementara surat-surat penting berupa BPKB dan sertifikat tanah sebagai jaminan nasabah, tidak diambil.

Bendesa Adat Serampingan, Nyoman Sukarda menuturkan, ini adalah ketiga kalinya LPD Desa Pakraman Serampingan dibobol maling. Peristiwa pertama terjadi sekitar tahun 2000. Saat itu pelaku berhasil menggondol uang receh yang ada di kantor karena seluruh uang nasabah sudah disetor ke perbankan.

Kejadian kedua pada bulan Oktober 2019. Saat itu, di Pura Dalem setempat sedang upacara. Seluruh krama desa melaksanakan persembahyangan di pura. Kesokan harinya saat pegawai LPD ngantor, justru menemukan jendela bagian timur rusak.

Namun, saat itu pelaku hanya merusak jendela tanpa mengambil barang apapun yang ada di dalam kantor LPD. Kasus ini sudah dilaporkan. Namun polisi belum bisa mencocokkan sidik jari pelaku. Ini karena setelah kejadian, banyak pegawai yang menyentuh jendela yang rusak tersebut. Karena tak bisa dilanjutkan, pihak LPD kemudian memperbaiki kondisi jendela yang rusak tersebut.

"Kemungkinan saja saat itu pelaku hanya memantau situasi saja. Karena setelah berhasil masuk mereka tak ada mengambil apapun, masih rapi," kata Sukarda saat dijumpai di rumahnya di Banjar Serampingan Kelod.

Kejadian ketiga, pelaku yang diduga berkelompok ini kembali membobol LPD dengan cara yang sama yakni mendongkel jendela bagian timur, merusak terali besi, dan masuk. Pelaku mengambil brankas dan keluar melalui pintu masuk utama dengan cara merusak gembok.

Setelah itu, brankas dibongkar dan membawa kabur uang senilai Rp 85 juta. Untuk berkas atau dokumen penting milik nasabah seperti BPKB dan sertifikat tanah yang digunakan jaminan, tak disentuh.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved