Ribuan Umat Sembahyang Saraswati di Jagatnatha Denpasar, Pecalang Sidak Plastik agar Pura Tak Cemer
Ribuan pemedek, ketog semprong tangkil ke Pura Jagatnata Denpasar serangkaian Hari Raya Saraswati, Sabtu (7/12/2019).
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ribuan pemedek, ketog semprong tangkil ke Pura Jagatnata Denpasar serangkaian Hari Raya Saraswati, Sabtu (7/12/2019).
Dengan membawa sarana persembahyangan, baik canang, maupun banten mereka telah berbondong-bondong sejak pagi.
Odalan Saraswati di Pura Jagatnata Denpasar dimulai pukul 10.15 Wita yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga dari Griya Telaga Tegal Denpasar.
Dalam odalan ini juga ditampilkan beberapa kesenian seperti Rejang Renteng, Topeng juga wayang.
• Jangan Beli di Hari Jumat, Ini Waktu Terbaik Membeli Tiket Pesawat agar Murah
• Rai Mantra Terima Kunjungan Embassy of Switzerland in Indonesia, Bahas Beragam Inovasi Denpasar
• 8 Bunga Bangkai Tumbuh di Kebun Jati Desa Sambangan Buleleng, Ditata & Dirawat Agar Jadi Daya Tarik
Denting genta sang sulinggih mengiringi persembahyangan ribuan umat di Pura Jagatnatha Denpasar ini.
Bau harum dupa dan warna-warni bunga dipersembahkan.
Salah seorang pamedek, Putu Yasa mengaku bersembahyang ke Pura Jagatnatha usai melaksanakan persembahyangan di sekolahnya.
"Paginya ke sekolah dulu, pulangnya janjian sama teman-teman sekolah untuk sembahyang ke sini. Selesai di sekolah langsung sembahyang ke sini bersama teman," katanya.
Dalam persembahyangan ini hadir pula dalam persembahyangan ini Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama jajarannya.
• IKAGI Bongkar Borok Ari Askhara Mantan Dirut Garuda, Isu Wanita Dekat Disebut Tinggal di Bali
• Jalan Menuju Objek Wisata Gajah Taro Gianyar Rusak Parah
• Persembahyangan Hari Saraswati, Pemakaian Plastik Berkurang 75 Persen di Pura Jagatnata Denpasar
Ia berharap pada Saraswati ini, Ida Sang Hyang Aji Saraswati memberikan sinar sucinya kepada semua umat.
"Hari ini merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan dan saya berharap di era globalisasi ini anak-anak muda jangan putus untuk menuntut ilmu karena sumber daya manusia sangat dibutuhkan ke depannya," kata Jaya Negara.
Bagaimana segala pusat kualitas moral, etika, estetika, benar, mawas diri tumbuh.
"Dengan sprit Hari Saraswati ini juga bisa menjadi manusia cerdas dalam mengisi pembangunan," imbuhnya.