Ribuan Umat Sembahyang Saraswati di Jagatnatha Denpasar, Pecalang Sidak Plastik agar Pura Tak Cemer

Ribuan pemedek, ketog semprong tangkil ke Pura Jagatnata Denpasar serangkaian Hari Raya Saraswati, Sabtu (7/12/2019).

Tribun Bali/Putu Supartika
Seorang pamedek sedang menghaturkan canang pada Hari Raya Saraswati di Pura Jagatnata Denpasar, Sabtu (7/12/2019) 

Selain itu, pamedek yang akan melaksanakan persembahyangan ini tidak diperkenankan menggunakan kantong plastik sebagai wadah canang.

Di gapura masuk ke areal pura beberapa Pecalang telah menjaga mereka.

Paulo Sergio Catat 14 Asis di Bali United, Diburu Mantan Klubnya Bhayangkara FC dengan Bayaran Mahal

Cerita Ahmad Mancing di Taman Kumbasari Denpasar, Bisa Dapatkan 10 Ekor Mujair

Upayakan Pertanian Ramah Lingkungan, Klungkung Kendalikan Hama Tikus dengan Burung Hantu

Pamedek yang membawa kantong plastik diminta untuk melepas dan menyerahkannya kepada pecalang.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar pura tak cemer oleh sampah plastik.

Juga sebagai implementasi Perwali Nomor 36 tahun 2019, serta Pergub Bali Nomor 97 tahun 2018.

Ketua Pecalang Kota Denpasar, I Made Mendra menyebutkan pihaknya telah melakukan sidak kantong plastik di pura sejak penerapan Perwali maupun Pergub dimulai.

Penerapan dimulai dari Pura Sakenan.

"Semenjak Perwali dan Pergub kami sudah mewanti-wanti pemedek agar tak menggunakan kantong plastik. Kami mulai ini dari Pura Sakenan," katanya.

Ia mengimbau pamedek untuk menggunakan besek atau keben saat membawa banten atau canang ke pura.

Hingga saat ini, ia menyebut kesadaran masyarakat sudah semakin meningkat.

Hal ini karena telah terjadi pengurangan secara signifikan.

"Pengurangannya sudah lumayan. Hampir 75 persen," katanya.

Air Cubang Mengering, Warga Kubu Karangasem Jalan Kaki Hingga 5 Km untuk Dapat Air Bersih

DPD RI Perjuangkan 3 UU untuk Bali, Pastika Sebut Provinsi Tak Dapat Apa-Apa dari Pariwisata

Hari Raya Saraswati ini dipercaya sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan sekaligus sebagai penghormatan terhadap Dewi Pengetahuan yaitu Dewi Saraswati.

Terkait pelaksanaan Hari Raya Saraswati termuat dalam Lontar Sundarigama.

Menurut Dosen Unud, Putu Eka Guna Yasa, Lontar Sundarigama ini merupakan pedoman pelaksanaan upacara di Bali baik berdasarkan sasih maupun wuku.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved