Kurir Narkotika Asal Banyuwangi Ditangkap di Seminyak, Erfin Terbukti Membawa 7,6 Kilogram Ganja

Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali berhasil menangkap satu orang laki-laki yang membawa narkotika.

Kurir Narkotika Asal Banyuwangi Ditangkap di Seminyak, Erfin Terbukti Membawa 7,6 Kilogram Ganja
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Tersangka kasus tindak pidana narkotika saat diringkus Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali dan diperlihatkan di loby depan Mapolresta Denpasar Senin (9/12/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali berhasil menangkap satu orang laki-laki yang membawa narkotika.

Tak main-main, tersangka Erfin (26) asal Banyuwangi yang tinggal di Jalan Gunung Andakasa, Denpasar Barat terbukti membawa barang haram jenis ganja berupa paket sebanyak 22 plastik berisi daun ganja, biji dan batang ganja dengan berat bersih 7.595 gram atau 7,5 kilogram.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan tersangka berhasil ditangkap Rabu (4/12/2019) pukul 19.30 Wita di Jalan Plawa, Gang Melati, Seminyak, Kuta, Badung.

Pengamat Komentari Ambruknya Tempelan Bata dan Retaknya Pondasi Pasar Badung

5 Fakta Bayi Lahir di Kapal Gilimanuk-Ketapang, Modal Tisu, Penjaga Kantin Jadi Bidan Dadakan

Balita 2,5 Tahun yang Patah Tulang Akibat Kekerasan, Diizinkan Pulang oleh Pihak RSUP Sanglah

"Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis ganja," ujarnya Senin (9/12/2019).

"Tersangka bernama Erfin asal Banyuwangi yang tinggal di Bali sejak 2019 sebagai buruh. Kita amankan tersangka karena terbukti membawa 7.595 gram atau 7,6 kilogram paket ganja," terang Ruddi.

Lebih lanjut dikatakan Kombes Pol Ruddi Setiawan, tersangka Erfin ini bekerja sampingan sebagai kurir narkotika.

Ia merupakan jaringan Banyuwangi Denpasar, dengan sekali tempel mendapatkan upah sebesar Rp 50 ribu.

"Tersangka menempelkan dan difoto paketnya, lalu pembeli atau penggunanya datang untuk mengambil barang. Ia mendapatkan upah setiap tempelan Rp 50 ribu," lanjut Kapolresta Denpasar.

Ditambahkan Kombes Pol Ruddi Setiawan yang juga Ketua Satgas CTOC Polda Bali, tersangka Erfin belum pernah terjerat kasus, namun dalam hal ini ia nekat melakukan transaksi dan ikut jaringan narkotika lintas provinsi.

Halaman
12
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved