Anggota Komisi II DPRD Klungkung Soroti Ini,Jalur Hijau di Pesisir Nusa Penida Jangan Sebatas Hiasan

Anggota Komisi II DPRD Klungkung, I Gde Artison Andarawata, menyoroti prihal lahan negara di sepanjang jalan dari Desa Batununggul hingga Desa Ped

Anggota Komisi II DPRD Klungkung Soroti Ini,Jalur Hijau di Pesisir Nusa Penida Jangan Sebatas Hiasan
Dok. Pribadi Artison Andarawata
Foto istimewa : Kondisi lahan negara di pesisir Desa Batunggul, hingga Desa Ped, Nusa Penida, Selasa (7/1/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Anggota Komisi II DPRD Klungkung, I Gde Artison Andarawata, menyoroti prihal lahan negara di sepanjang jalan dari Desa Batununggul hingga Desa Ped, Klungkung, Bali.

Menurut putra dari Maestro I Nyoman Gunarsa tersebut, Pemkab Klungkung harus segera melakukan sertifikasi aset tanah milik negara agar pemanfaatannya jelas.

Apalagi di jalur tersebut, sudah jelas terpasang rambu jalur hijau agar tidak ada pembangunan dalam jenis apapun.

"Sepanjang jalan dari Batununggul hingga Desa Ped, kami lihat pembongkaran bangunan yang dahulunya tempat budidaya rumput laut dan nelayan. Kami lihat juga ada upaya pengurugan atau meratakan wilayah tersebut. Semoga diperjelas dahulu kepemilikan aset tersebut dan dipastikan pemanfaatannya kedepan," ujar Artison Andarawata, Selasa (7/1/2020).

Anggota Komisi IV DPRD Bali Ini Sarankan Hapus Kegiatan yang Tidak Bermanfaat di Buleleng

Soal Protes Masyarakat Akibat Jalan Baru Selesai Sudah Rusak, Komisi II DPRD Datangi Nusa Penida

Menurutnya, dengan jelasnya status dan kepemilikan aset, otomatis pemanfaatannya juga lebih terkontrol untuk zona-zona yang bersinggungan banyak kepentingan.

Jika ditujukan untuk pemanfaatan untuk kepentingan pariwisata atau penanaman rumput laut, pihaknya mengharapkan agar terkendali.

Jangan sampai ada pihak tertentu yang justru mengklaim menguasai lahan negara tersebut, dan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

" Karena wilayah milik publik juga harus ada, demi menjaga ekosistem di Nusa Penida. Semoga rambu jalur hijau di lokasi itu, bukan sekedar hiasan dan mendadak hilang begitu saja disaat berkembangnya pariwisata Nusa Penida seperti saat ini," ungkap Artison.(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved