Bus Sekolah SMP 1 Negara Masih Terkendala Anggaran Operaisonal

Bus sekolah bantuan dari Kementrian Perhubungan RI masih belum diaktifkan lagi.Bus Sekolah SMPN 1 Negara Masih Terkendala Anggaran Operaisonal

Tribun Bali/ I Putu Darmendra
Foto ilustrasi bus sekolah 
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Bus sekolah bantuan dari Kementrian Perhubungan RI masih belum diaktifkan lagi.
Hal itu dikarenakan faktor anggaran operasional, dan beberapa faktor lainnya.
Bus sekolah ini nantinya akan diaktifkan untuk mengangkut siswa sekolah SMP 1 Negara.
Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan Dan Perikanan I Made Dwi Maharimbawa, mengatakan, terkendalanya pengaktifan bus sekolah karena belum dianggarkannya operasional untuk bus.
Dimana dalam rencana rancangan anggaran akan diperuntukkan kepada 25 siswa di SMP 1 Negara.
Dimana satu siswa memakan anggaran sekitar Rp 400 ribu dalam satu tahunnya.
"Tapi itu yang belum kami anggarkan. Hanya saja sudah kami bahas dan upayakan," ucapnya, Jumat (17/1/2020).
Maharimbawa menuturkan, selain itu faktor yang menjadi kendala.
Hingga belum bisa dipastikannya kapan akan kembali beroperasi, dikarenakan rute operasi yang akan diterapkan.
Dimana sistem zonasi saat ini, membuat rute semakin jauh.
Terutama di rute SMP 1 Negara yang memutar.
Sehingga estimasi waktu ideal yang awalnya hanya setengah jam, kini diperkirakan menjadi satu jam.
"Ya karena dari wilayah Batuagung kemudian ke Menega, kemudian nanti memutar. Wilayah zonasi SMP 1 ini yang akhirnya estimasinya tidak sesuai dari awal," ungkapnya.
Disinggung mengenai peruntukkan itu apakah dapat dialihkan, Maharimbawa mengaku, bahwa awal itu adalah untuk SMP 1 Negara.
Dan untuk bisa dialihkan, maka membutuhkan kembali rapat dengan pihak terkait, karena bus sekolah tersebut merupakan usulan dari Dinas PKP Jembrana tahun 2018, dengan spesifikasi Isuzu NQR dengan 26 seat atau tempat duduk.
"Kalau misal di Melaya atau di wilayah lain itu tidak memutar jadi cuma lurus. Maka bisa segera diaktifkan. Nah, nanti kita coba upayakan dan rapatkan lagi," tegasnya.
Secara teknis, bahwa bus itu nantinya akan beroperasi dalam sekali antar atau jemput, dua kali trip.
Fungsi utamanya adalah membiasakan siswa untuk menggunakan moda transportasi umum.
Bus sekolah ini menurutnya juga solusi bagi orang tua yang tidak bisa mengantarkan anak-anaknya serta mengurai kemacetan.
Termasuk menghindari anak-anak yang belum cukup umur membawa kendaraan bermotor.
Bus dengan warna dominan kuning itu sudah diujicoba berkeliling di seputaran Kota Negara.
Ujicoba ini dilakukan oleh Bupati Jembrana I Putu Artha bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut menumpang bus tersebut. (*). 
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved