Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

QRIS BPD Bali Telah Terpasang Pada 44 Pedagang di Pasar Phula Kerti

Tercatat sebanyak 44 pedagang di Pasar Phula Kerti, telah dipasangkan QRIS dari BPD Bali.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Foto : Dirut BPD Bali bersama KPwBI Bali dan jajaran terkait saat pembukaan Denfest dan launching penggunaan QRIS di Denfest 2019.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tercatat sebanyak 44 pedagang di Pasar Phula Kerti, telah dipasangkan QRIS dari BPD Bali.

Sehingga total pedagang yang telah menggunakan QRIS, mencapai 30 persen dari 150 pedagang di dalam pasar. Bank Indonesia pun berharap jumlah pedagang yang menggunakan QRIS akan terus  bertambah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menyampaikan apresiasi atas Peresmian Pasar Phula Kerti yang sekaligus dirangkai dengan Launching Digitalisasi Pasar dengan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard).

Bank Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank BPD Bali yang telah menghadirkan layanan QRIS di pasar ini.

Tenaga Honorer Punya Waktu Hingga 2023 untuk Jadi PNS

Dewan Dorong OPD Tindak Lanjuti Imbal Jasa Lingkungan, Sarankan Agar Eksekutif Segera Bentuk Pokja

Irfan Bachdim Akan Hengkang dari Bali United, Bukan ke Persib Bandung Tapi Lebih Dekat ke Klub Ini

"Sejalan dengan visi pemerintah Kota Denpasar untuk mewujudkan Denpasar, menjadi Kota yang Cerdas (Smart City) maka Bank Indonesia mendukung pemanfaatan teknologi di setiap bidang dan salah satunya adalah menghadirkan QRIS sebagai sarana transaksi digital di lingkungan pasar tradisional," katanya di Denpasar, Bali, Senin (27/1/2020).

Pasar Phula Kerti merupakan pasar rakyat pertama di Kota Denpasar dan kedua di Provinsi Bali yang menerima pembayaran dengan QRIS ini. Sebelumnya adalah pasar ikan Kedonganan di kabupaten Badung, yang bekerjasama dengan bank BRI dalam mengimplementasikan QRIS.

"Selain itu dapat kami informasikan bahwa implementasi penggunaan sarana QRIS telah dikenalkan di Bali mulai dari acara Rakornas Transaksi Non Tunai Pemda seluruh Indonesia, di Sanur pada tanggal 7 November 2019 dan terakhir dilanjutkan pada event Denpasar Festival tanggal 28 sd 31 Desember 2019," imbuhnya.

Pasar tradisional menjadi salah satu fokus BI untuk implementasi QRIS, mengingat pasar merupakan representasi ekonomi kerakyatan dimana pedagang dan pembeli dengan skala ekonomi kecil dapat bertemu di pasar tradisional.

Dengan implementasi QRIS di pasar tradisional diharapkan selain masyarakat kecil dapat menikmati kemajuan teknologi juga dapat mempercepat perputaran uang di usaha mikro ,kecil dan menengah.

Dan pada akhirnya diharapkan sarana pembayaran QRIS ini dapat meningkatkan omset penjualan, sehingga kesejahteraan pedagang semakin meningkat.

Teknologi QRIS, kata dia, menjadi salah satu sarana pembayaran karena QRIS memiliki beberapa kelebihan atau yang disebut dengan QRIS Unggul.

Yaitu, Universal, artinya QRIS merupakan standar internasional sehingga ke depan dapat menerima transaksi domestik dan luar negeri.

Gampang, artinya hanya melalui sarana handphone dapat bertransaksi dengan mudah.Pedagang tidak perlu kesulitan menyediakan uang pengembalian.

Untung, artinya satu QR code dapat menerima semua aplikasi dari berbagai penerbit.

Saat ini QR code berasal dari BPD Bali namun dapat menerima transaksi dari OVO, Gopay, Mandiri dan lainnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved