Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Tips dari Dokter untuk Pasangan Baru Menikah yang Ingin Segera Dapat Momongan

Tak jarang anugrah itu tak segera datang dan membutuhkan waktu yang bertahun-tahun untuk menunggunya.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Huda Miftachul Huda
TRIBUN BALI/ NI Luh Putu Wahyuni Sari
Peserta seminar yang terdiri dari pasangan suami istri menyimak penjelasan pada seminar Teknik Reproduksi Berbantu Meningkatkan Peluang Kehamilan pada Minggu (23/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bagi pasangan yang beruntung setelah menikah akan segera dikarunai anak, sedangkan bagi pasangan yang belum diberi kepercayaan biasanya akan menunggu waktu itu tiba. 

Tak jarang anugrah itu tak segera datang dan membutuhkan waktu yang bertahun-tahun untuk menunggunya. 

 
Hal tersebut dapat dipicu oleh beberapa faktor.

Salah satunya, gangguan kesuburan yang terjadi pada salah satu pasangan.  

Ini 7 Tips Mengurangi Nafsu Makan Berlebihan, Jauhkan Diri dari Godaan Hingga Kendalikan Stres

Tips Menjauhi Kebiasaan Mengeluh tentang Pekerjaan

Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda Denpasar, menggelar Wintalk atau seminar tentang Teknik Reproduksi Berbantu Meningkatkan Peluang Kehamilan pada, Minggu (23/2/2020). 

Pada seminar ini turut menghadirkan tiga narasumber yaitu, dr AAN Anastastika SpOG (K) yang berbicara tentang penanganan infertilitas paripurna. 

Narasumber selanjutnya, dr Yukhi Kurniawan Sp And (K) yang membahas tentang penanganan infertilitas pria dan dr Jaqueline Sudirman PhD yang membawakan materi tentang perkembangan embrio pada bayi tabung. 

Terdapat lebih dari 50 pasangan suami istri yang sangat antusias mengikuti seminar ini.  

Ketua Tim Unit Layanan Reproduksi Wija Insan Nugraha, dr. AAN Anastastika SpOG (K), mengatakan berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan menyebutkan, bahwa dari 100 pasangan muda yang baru menikah selama satu tahun, sebanyak 15% diantaranya belum bisa hamil. 

“Jika kita berpatokan pada angka persentase, memang angka 15% ini sudah ada sejak dahulu, dan 15% dari pasangan muda ini akan mengalami kesulitan hamil. Namun jika melihat perkembangan saat ini, tren itu bisa jadi akan meningkat,” ujar, dr Anastastika. 

Gaya hidup berpengaruh

Perubahan pola gaya hidup yang dinilai mampu memicu gangguan pada kesuburan.

Contohnya saja masalah obesitas, merokok, minum alkohol, gizi makanan yang tidak sehat, serta polusi yang ada di lingkungan sekitar. 

Pola hidup yang sehat akan menunjang semuanya termasuk kesuburan.

Program hamil normal 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved