30 Perbekel di Buleleng Dilantik Jadi Relawan Anti Narkoba, Cek Peredaran di Desa Masing-Masing

Jika ditemukan salah seorang warga yang mengonsumsi atau mengedarkan narkoba, maka Perbekel harus segera melaporkan temuan itu ke BNNK Buleleng.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa saat melantik 30 perbekel untuk menjadi relawan anti narkoba, Kamis (27/2/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebanyak 30 perbekel dilantik menjadi relawan anti narkoba oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Kamis (27/2/2020).

Para perbekel ini diharapkan dapat membantu BNN untuk mengecek peredaran narkoba di desanya masing-masing.

Ditemui seusai melantik, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa mengatakan, setelah dilantik, para perbekel ini diwajibkan untuk membentuk kembali relawan anti narkoba di desanya masing-masing.

Seperti pecalang, sekaa truna truni, dan aparat yang bekerja di kantor desa.

Setelah dilantik, relawan-relawan itu kemudian harus menjalankan program kerja, seperti melakukan penyuluhan kepada masyarakat, serta mengawasi peredaran narkoba di wilayahnya masing-masing.

Kemenkumham Apresiasi Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Banyuwangi

Badung Minta Kebijakan Pusat Terkait Penyetopan Pajak Hotel dan Restoran Dikaji Ulang

Polisi Tutup Akses Turun Truk Lewat Culali Desa Batur Selatan, Ini Jalur Alternatifnya

Jika ditemukan salah seorang warga yang mengonsumsi atau mengedarkan narkoba, maka Perbekel harus segera melaporkan temuan itu ke BNNK Buleleng.

"Kalau ada yang kecanduan, Perbekel harus melapor ke BNNK. Kemudian kami tes urine, kalau tergolong pecandu ringan, bisa rawat jalan. Kalau berat, direhab di Bangli."

"Kami harap juga perbekel segera membuat perarem tentang narkoba ini," terangnya.

Ditegaskan Suastawa, setiap desa sejatinya memiliki anggaran pemberdayaan masyarakat. Melalui anggaran tersebutlah, perbekel semestinya dapat menjalankan program anti narkoba.

Virus Corona Bikin Arab Saudi Setop Penyelanggaraan Umroh, Ini Kebijakan Pemerintah RI

HUT Ke-232 Denpasar, Warga Soroti Beberapa Hal, Termasuk Kabel Semrawut

Perubahan Jadwal Bali United vs Persita Tangerang, Widodo Siap Tempur di Stadion Dipta

"Setelah dilantik, tindak lanjutnya perbekel itu harus bekerja. Bikin program anti narkoba. Jangan hanya sebatas ceremonial."

"Nanti BNNK Buleleng akan melakukan monev kepada perbekel yang sudah dilantik ini. Kalau tidak menjalankan program, berarti perbekelnya muka tebal. Kasus narkoba praktis tinggi di daerahnya," ucap Suastawa.

Sementara Buleleng sejauh ini berada di peringkat ke tiga, setelah Denpasar dan Badung untuk peredaran narkobanya.

Sebab wilayahnya yang terbilang sangat luas, sehingga membuat para pelaku dapat dengan mudah mengedarkan barang haram tersebut di Bumi Panji Sakti.

Pasang Surut Valentino Rossi Tes Pramusim MotoGP 2020, Bos Monster Energy Yamaha Justru Optimistis

Shortcut Canggu-Pererenan Rawan Begal, Ditutup Setiap Pukul 23.00 - 05.00 Wita

"Buleleng ini rawan. Pantainya kan panjang, wilayahnya luas dan berbatasan dengan empat kabupaten. Wilayah mana pun yang ada di Buleelng bisa dimasuki narkoba."

"Makanya kami harap perbekel bisa membantu kami untuk memutuskan mata rantai peredaran narkoba ini," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved