Corona di Indonesia
Antisipasi Virus Corona, Sejumlah SMP di Denpasar Gunakan Tiga Alat Ini
Pengawasan terkait hal tersebut di atas semakin digencarkan tidak hanya dari pemerintah, bahkan sampai ke sekolah-sekolah
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Semenjak World Health Organization (WHO) menetapkan status kasus Virus Corona sebagai darurat global, masyarakat kini tidak lagi memandang Virus Corona dengan sebelah mata.
Terlebih, setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga asal Depok positif terjangkit Virus Corona dan tengah diisolasi.
Pengawasan terkait hal tersebut di atas semakin digencarkan tidak hanya dari pemerintah, bahkan sampai ke sekolah-sekolah, salah satunya di daerah Denpasar, Bali.
Sampai saat ini, terdapat dua SMP Di Kota Denpasar yang sudah melakukan mitigasi antisipasi Virus Corona.
Antara lain SMP Taman Rama dan SMP Kristen Harapan Denpasar dengan menggunakan alat pengukur suhu tubuh.
• Perang Tanding yang Menelan 6 Korban Tewas di Adonara Flores Timur Terkait Sengketa Batas Tanah
• Peserta Ogoh-ogoh Jangan Sampai Lakukan ini, Langsung Didiskualifikasi!
• 6 Orang Tewas dalam Perang Tanding di Pulau Adonara Flores Timur, NTT
Hal ini berdasarkan instruksi langsung dari Walikota Denpasar IB Rai Dharma Wijaya Mantra untuk melakukan mitigasi terhadap antisipasi virus tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Wayan Gunawan menuturkan, pihak sekolah sudah melakukan kesepakatan bersama dalam rapat untuk melakukan mitigasi kepada siswa dan guru di masing-masing sekolah.
Adapun mitigasi tersebut dikatakan menggunakan tiga alat, antara lain wastafel, alat deteksi suhu tubuh, dan disinfektan.
Penggunaan wastafel diperuntukan bagi siswa dan guru pada saat mencuci tangan setiap kali jam istirahat.
Sementara penggunaan alat deteksi suhu tubuh untuk mengantisipasi adanya peningkatan suhu tubuh siswa sebelum masuk kelas.
• Vanessa Angel Bagikan Pengalamannya Menikmati Masa Kehamilan, Doyan Makan hingga Berhenti Merokok
• Belum Sediakan Hand Sanitizer, Dinkes Sarankan Kawasan Wisata Adakan Wastafel Lengkap dengan Sabun
• Terancam Dinonaktifkan, DPRD Karangasem Akan Carikan Solusi Terkait BPJS Kesehatan
"Jika nantinya terdeteksi suhu tubuh yang tidak normal, sekolah akan segera menghubungi call center 112. Dari Call 112 akan kontak petugas Damakesmas, kemudian petugas datang untuk melakukan prosesi sesuai SOP," terang Gunawan ketika dihubungi, Kamis (5/3/2020).
Tidak hanya itu, sekolah juga melakukan penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi kelas sebelum digunakan siswa dan guru untuk proses belajar-mengajar.
Proses tersebut akan terus dilakukan ke depannya untuk antisipasi Virus Corona.
Namun baru dua sekolah yang bisa menerapkan alat pendeteksi suhu tubuh yakni SMP Taman Rama Ubung dan SMPK Harapan Denpasar.
• Modus Pura-Pura Dorong Motor, Polresta Denpasar Bekuk 4 Pelaku Curanmor di Denpasar
• Jadi Trending di Twitter dan Dapat Peringatan dari Kominfo, Berikut 5 Fakta Unggahan Tara Basro
Sisanya baru menerapkan cuci tangan dan penyemprotan disinfektan. Hal ini kembali pada kemampuan masing-masing sekolah.
“Kalaupun tidak mampu membeli alat pendeteksi ada cara lain yang dapat dilakukan, yaitu dengan mencuci tangan di wastafel dan penyemprotan disinfektan. Untuk sekarang yang menerapkan 74 SMP dan 232 SD se-Kota Denpasar," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penggunaan-alat-deteksi-suhu-tubuh-untuk-antisipasi-adanya-peningkatan-suhu-tubuh-siswa.jpg)