Angkut 265 Batang Kayu Sonokeling Secara Ilegal, Zainul Diamankan Satreskrim Polres Jembrana

Zainul ditangkap saat akan mengangkut kayu dari Sumberkima Buleleng menuju Surabaya, di Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana.

TRIBUN BALI/I MADE ARDHIANGGA ISMAYA
Tersangka dengan barang bukti kayu sonokeling dengan jumlah 265 batang di Mapolres Jembrana, Kamis (12/3/2020). 

TRIBUN-BALI,NEGARA - Zainul Arifin (33) dicokok petugas Satreskrim Polres Jembrana, karena mengangkut 265 batang kayu jenis Sonokeling.

Zainul ditangkap saat akan mengangkut kayu dari Sumberkima Buleleng menuju Surabaya, di Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana.

Akibat hal ini, Zinaul dijebloskan ke penjara.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, tersangka ditangkap saat mengemudikan truk yang mengangkut kayu yang diduga ilegal.

Mahayastra Akan Bentuk Pelayanan Anti Bunuh Diri, Caranya Curhat Melalui Telepon

Menteri Agama: Jemaah Umroh Indonesia Akan Dipulangkan 15 Maret Mendatang

1.074 Babi Mati, Pemkab Badung Siapkan Lahan Untuk Penguburan

Kayu jenis Sonokeling itu dibawa tersangka dari Buleleng, pada Selasa (10/3/2020) lalu sekira pukul 01.24 Wita.

Sedangkan truk yang dikemudikan pria asal Kecamatan Wonorejo Banyuwangi Jawa Timur itu ialah truk dengan Nopol P 9120 QB.

"Jadi untuk tersangka sendiri kami amankan karena mengangkut kayu yang tidak Dilengkapi dokumen resmi. Sebanyak 265 batang kayu Sonokeling yang akan dikirim ke Surabaya," ucap Ketut dalam Jumpa Pers di Mapolres Jembrana, Kamis (12/3/2020).

Perwira dengan melati dua di pundaknya itu mengurai, awalnya tersangka sebelum ditangkap sempat mengangkut batu dari Yogyakarta menuju ke Buleleng.

Kemudian, saat kembali, Senin (9/3/2020) tersangka mandi di sebuah Pom Bensin.

Selesai mandi, tersangka mengaku dihampiri oleh seorang rak dikenal.

 Kemudian orang tak dikenal ini, menawarkan kepada tersangka untuk mengangkut kayu.

"Menurut tersangka, seorang yang tidak dikenal itu mengaku dokumen lengkap. Dan akan diupahi Rp 2 juta. Maka tersangka pun menyanggupinya," paparnya.

Bahkan seusai mengangkut kayu, sambung Ketut, bahwa tersangka diikuti oleh orang tak dikenal itu. Dan tersangka mengaku, pun belum mendapat upah Rp 2 juta tersebut.

 Saat ditangkap di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk di Lingkungan Jineng Kecamatan Melaya menuju ke Pelabuhan, tiba-tiba orang tidak dikenal itu menghilang.

"Saat penangkapan orang yang menyanggupi uang itu pun tidak ada. Dan kelengkapan dokumen pun tidak ada," tegasnya.

Atas hal ini, tersangka diancam dengan pasal 83 ayat 1 atau pasal 83 ayat 2 UURI Nomor 18 tahun 2013 tentang seseorang yang dengan sengaja atau kelalaiannya mengangkut kayu hasil hutan tanpa dokumen yang sah.

Dan atas hal ini, tentu saja, Polisi mengimbau supaya masyarakat terutama sopir truk untuk lebih teliti dalam mengangkut barang bawaan.

"Meski dengan alasan butuh uang. Tapi kami imbau masyarakat terutama sopir truk jeli dalam hal ini. Jangan sampai muatan tanpa dokumen yang sah tetap diangkut," bebernya. (*).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved