Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

UN Ditiadakan, Guru di Buleleng Dapat Gunakan Akumulasi Nilai Semester

Made Astika menyampaikan Untuk menentukan kelulusan, pihak sekolah bisa menggunakan akumulasi nilai semester 4, 5 dan 6.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Foto: Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng, Made Astika 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pasca adanya wabah virus Corona atau Covid-19, pemerintah pusat telah memutuskan untuk meniadakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020, baik untuk tingkat SD, SMP hingga SMA.

Untuk menentukan kelulusan, guru maupun pihak sekolah bisa menggunakan akumulasi nilai semester 4, 5 dan 6.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng, Made Astika saat ditemui Selasa (31/3/2020).

Astika menyebutkan, UN ditiadakan karena saat ini sedang dalam keadaan force majeure. 

Ketua Satgas Covid-19: Rapid Test Terhadap Anggota DPRD Bali Atas Permintaan Adi Wiryatama

Denpasar Gelar Rapid Test Mulai Hari Ini, Tapi Tak Terbuka untuk Umum

Bupati Jembrana Larang Warga Zona Merah Masuk ke Bali Melalui Gilimanuk

Seluruh masyarakat maupun siswa dilarang untuk berkumpul.

Sehingga Kemendikbud mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus.

Pembatalan UN ini lebih mempertimbangkan kesehatan dan keamanan siswa.

"Protapnya tidak boleh berkumpul. Standarnya kalau UN kan 1 berbanding 20, menyentuh barang elektronik bagi yang UNBK, menyentuh kertas untuk UNKP. Ini harus dihindari. Makanya diperintahkan siswa belajar di rumah,"  jelasnya.

Mengingat UN sudah ditiadakan, maka proses penilaiam kelulusan bisa menggunakan akumulasi nilai di semester 4, 5 dan 6.

Sementara untuk target pembelajaran untuk kenaikan kelas maupun proses pembelajaran di akhir tahun, guru maupun kepala sekolah tidak diperkenankan menunut ketuntasan kurikulum.

"Tidak harus 100 persen tuntas. 80 persen baru tercapai, silahkan sampai 80 persen dilakukan penilaian," jelasnya.

Sementara untuk Ujian Sekolah, Astika mengaku masih menunggu kententuan dari Pemerintah Pusat.

Menurut jadwal US sejatinya dilaksanakan pada bulan Mei.

Bila saja hingga Mei wabah virus corona masih merebak, Astika mengaku sudah mempersiapkan sejumlah alternatif.

Dimana US bisa dilaksanakan secara personal, berbasis kertas.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved