Tak Hanya Covid-19, Dokter Sebut Parahnya Meningitis juga Dipengaruhi Daya Tahan Tubuh

"Meningitis pada setiap orang berbeda-beda, dan tingkat keparahannya tergantung dari kuat atau tidaknya daya tahan tubuh seseorang,” tutur Rubiana

zoom-inlihat foto Tak Hanya Covid-19, Dokter Sebut Parahnya Meningitis juga Dipengaruhi Daya Tahan Tubuh
Istimewa
Ilustrasi Meningitis

TRIBUN-BALI.COM – Salah satu faktor yang mempengaruhi parah atau tidaknya penyakit Covid-19 adalah daya tahan tubuh.

Selain itu, faktor lain yang juga berpengaruh yaitu ada atau tidaknya penyakit penyerta.

Hal yang sama berlaku untuk meningitis atau radang selaput otak, penyakit yang merenggut nyawa penyanyi Glenn Fredly.

Hal itu diungkapkan oleh Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), dr Rubiana Nurhayati, Sp.S.

“Meningitis ini disebabkan oleh banyak faktor. Ada infeksi bakteri, virus, jamur, TBC, cidera. Meningitis pada setiap orang berbeda-beda, dan tingkat keparahannya tergantung dari kuat atau tidaknya daya tahan tubuh seseorang,” tutur Rubiana kepada Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Takut Dibawa ke Kantor Polisi Setelah Curi Kotak Amal, Pria Ini Mengaku ODP

Di Tengah Pandemi Corona, Ini Permintaan KONI Denpasar Terkait PON

Citilink Jadikan Cargo dan Charter sebagai Lini Penunjang Bisnis  

Ia menjelaskan, meningitis terjadi apabila blood brain barrier pada otak seseorang tidak cukup kuat akibat daya tahan tubuh yang rendah, atau akibat cedera.

“Kita punya blood brain barrier yang sangat kuat, tidak mudah untuk ditembus oleh bakteri atau kuman. Tapi pada orang-orang tertentu yang daya tahan tubuhnya rendah, hal itu bisa terjadi,” tambahnya.

Selain daya tahan tubuh, keganasan virus atau bakteri yang menyerang selaput otak juga berpengaruh terhadap tingkat keparahan meningitis.

“Juga dipengaruhi ada atau tidaknya penyakit bawaan, seperti TBC atau kanker,” tambahnya.

Satu PDP Covid-19 Meninggal Dunia di Banyuwangi

DSM Bali Bagikan 300 Paket Makanan Bergizi sebagai Bentuk Dukungan kepada Petugas Medis

Bisa ditularkan oleh droplet

Sementara itu, Dokter Spesialis Saraf di Primaya Hospital Bekasi Timur (nama baru RS Awal Bros) dr Yusi Amalia Sp.S mengatakan, berdasarkan perubahan yang terjadi pada cairan otak, meningitis dibagi menjadi 2 golongan.

“Pertama adalah meningitis serosa. Ini ditandai jumlah protein dan sel yang meningkat disertai cairan serebrospinal yang jernih. Penyebab paling sering adalah kuman TBC dan virus,” tutur Yusi dilansir dari Kompas.com.

Golongan kedua adalah meningitis purulenta atau meningitis bakteri yang bersifat akut.

Meningitis purulenta yang paling sering terjadi adalah meningitis meningococcus.

Fraksi Golkar DPRD Bali Siap Potong 75 Persen Gaji Anggota Demi Tanggulangi Covid-19

Oknum PNS Diamankan Bersama 4 PSK dalam Kamar Hotel, Satu Orang Masih Remaja

“Penularan dapat terjadi secara kontak langsung dengan penderita, atau droplet infection yaitu terkena percikan ludah, dahak, ingus, cairan bersin dan cairan tenggorok penderita,” tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved