Tak Bisa Nikmati Masa Kanak, Kisah Pilu di Balik Anak Perempuan yang Jadi Kumari di Nepal

“Bahkan sampai sekarang aku sulit jalan kaki dengan gerakan yang benar karena saat masih kecil dulu aku selalu digendong atau ditandu," ujar

Suvra Kanti Das/Getty Images
Ritual Kumari Puja: Sebuah tradisi di Nepal mempercayai adanya seorang manusia dengan julukan Dewi Kumari yang terlahir sebagai titisan Dewi Taleju. Dewi Kumari sendiri merupakan dewi hidup yang disembah oleh umat Buddha dan Hindu di Nepal. 

TRIBUN-BALI.COM - Di Nepal, ada tradisi untuk anak perempuan yang belum pubertas dianggap memiliki kemungkinan menjadi Dewi Kumari.

Masyarakat Nepal percaya kehidupan mereka dilindungi, dijaga dan diawasi oleh seorang dewi yang dijuluki Kumari.

Sejak pemerintahan Dinasti Malla, setiap kota di Kathmandu memiliki seorang Kumari.

Selama berabad-abad pula, anak perempuan yang belum mengalami pubertas diubah menjadi sosok Dewi Kumari yang dipuja masyarakat Nepal.

Peralihan dari Musim Hujan ke Kemarau, Sejumlah Wilayah di Bali Berpotensi Hujan Ringan

Siswa dan Guru Dilarang ke Sekolah, Disdikpora Provinsi Bali Keluarkan Surat Pengumuman Kelulusan

Tetangga di Sesetan Tidak Menyangka Yuri Sempat Bertegur Sapa Meninggal di Teras Rumah

Pemimpin dari berbagai negara pun datang untuk beribadah dan memujanya, sembari meminta restu ketika hendak membuat peraturan baru.

Tradisi Kumari ini berawal di abad 12-17 Masehi sejak pemerintahan Raja Jayaprakash Malla memimpin Dinasti Malla

Dulunya Kumari dipilih oleh ratu yang memerintah, namun kini Kumari dipilih oleh kepala pendeta.

Kumari digambarkan sebagai sosok perempuan yang memiliki tiga mata, dua di sisi kiri dan kanan dan satu lagi di tengah kening.

Anak perempuan yang menjadi sosok Kumari berusia mulai dari dua tahun, dan berhenti ketika mengalami menstruasi.

Resep Menu Sahur Ramadan, Kering Tempe Cabai Hijau

Ramalan Zodiak Minggu Ini 18 - 25 April 2020, Taurus Buat Perubahan, Gemini Kesulitan Keuangan

8 Hotel di Denpasar Siap Jadi Tempat Karantina, 104 PMI Dikarantina Hingga Dini Hari Tadi

Masyarakat Nepal percaya jika kesucian dan kemurnian Kumari akan berakhir ketika ia mengalami pendarahan pertama.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved