Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Alat Rapid Test di Buleleng Habis, Sejumlah PMI Mengeluh ke Anggota Dewan

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengeluh dengan habisnya alat rapid test yang ada di sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Buleleng.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari mendatangi Dinas Kesehatan Buleleng untuk menanyakan ketersediaan alat rapid test, Senin (27/4/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengeluh dengan habisnya alat rapid test yang ada di sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Buleleng.

Sementara masa karantina mereka telah selesai 14 hari.

Jika belum di rapid, maka PMI belum diperbolehkan melakukan kontak dengan keluarga.

Menanggapi keluhan itu, Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari pada Senin (27/4/2020) mendatangi Dinas Kesehatan Buleleng.

Kedatangan wanita yang akrab disapa Rani ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. dr I Gusti Mahapramana, dan tertutup awak media.

Lewat Pemprov Bali, Pertamina & Hiswana Migas Salurkan Bantuan kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Dua Bus Angkut 60 Orang Penumpang ke Jawa Diizinkan Tinggalkan Denpasar Karena Alasan Pulang Kampung

Insentif untuk 8.252 PNS di Pemkab Badung Belum Cair, Seharusnya Begini Prosesnya

Ditemui sesuai pertemuan, Rani tidak menampik telah menerima keluhan sejumlah PMI yang masa karantinanya sudah selesai 14 hari, namun belum bisa di-rapid test karena alatnya di sejumlah fasilitas kesehatan habis.

"Saya sebagai wakil rakyat, menjembatani keluhan-keluhan mereka. Setelah bertemu dengan Kadiskes memang benar Buleleng sedang kekurangan rapid test."

"Sedang diusahakan oleh pemkab untuk mencari di provinsi. Kalau soal anggaran saya rasa pemkab sudah menganggarkan untuk covid ini. Namun memang alat rapid test ini kan dicari di seluruh dunia, jadi jumlahnya memang terbatas," kata Rani.

Namun demikian, Rani berharap agar pemkab bisa menghitung berapa jumlah rapid test yang dibutuhkan di Buleleng, agar kekosongan ini tidak lagi terjadi.

Kepala Terminal Mengwi : Sekarang Tidak Ada Satupun Bus Yang Beroperasi di Terminal

60 Orang Penumpang Bus yang Pulang Kampung ke Jawa Diizinkan Meninggalkan Denpasar, Ini Alasannya

Bule Singapura yang Tinggal di Rumah Bedeng di Jimbaran Kini Ditangani Imigrasi

"Jangan sampai kosong sekali, setelah kosong baru mau dimintakan ke provinsi. Minimal kalau sudah mau habis, sudah punya stok. Saya minta tolong sekali kepada pemkab, agar para PMI bisa merasakan kenyamanan," terangnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. dr I Gusti Mahapramana enggan memberikan pernyataan kepada awak media.

"Tanya ke Pak Sekda saja," singkatnya.

Terpisah, Sekda Buleleng yang juga sebagai Sekretaris Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa tidak menampik jika alat rapid tes sempat habis.

Ini karena dalam kurun tiga hari kemarin (Jumat-Minggu) pihaknya melakukan rapid test massal kepada 1.228 PMI yang telah menjalani isolasi selama 14 hari.

Gede Praja Mahardika Bagikan Cara Sederhana Membuat Eco Enzyme, Bermanfaat Sebagai Pembersih Alami

Pemerintah Akan Pungut PPN Belanja Online, Berapa Persen Pajak yang Akan Dipungut ?

Warga Kaget Pria Gantung Diri di Kamar Kostnya, Dievakuasi Petugas Medis dengan APD Lengkap

Namun demikian, Suyasa mengklaim, Dinkes Buleleng sudah meminta 1.000 alat rapid test ke Provinsi Bali.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved