Corona di Bali

Pelabuhan Celukan Bawang Kekurangan Alat Rapid Test, Dewan Minta Pelindo III Manfaatkan Dana CSR

DPRD Provinsi Bali melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di bidang perhubungan sekaligus peninjauan terkait pencegahan dan penanganan penyebar

Istimewa
DPRD Provinsi Bali melaksanakan tupoksi di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Kamis (30/4/202). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - DPRD Provinsi Bali melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di bidang perhubungan sekaligus peninjauan terkait pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, Kamis (30/4/202).

Hadir dalam kunjungan itu juga, yakni Manager Terminal, Dewa Komang Sugiharta, Wakil KSOP, perwakilan Kantor Kesehatan, Danpos AL, dan jajaran terkait.

Berdasarkan peninjauan ini, pihaknya menerima aspirasi akses jalan menuju pelabuhan rusak dan kurangnya rapid test di lokasi.

PO Bus di Bali Protes Lantaran Dilarang Mengangkut Penumpang 

Perangi Covid-19, Brimob Polda Bali Serahkan APD untuk Rumah Sakit Umum Payangan Gianyar

Update Kasus Covid-19 di Bali, Positif: 7 Orang, Sembuh: 17 Orang, Dalam Perawatan 105 Orang

“Akses jalan ke pelabuhan masih rusak (kewenangan kabupaten, serta kekurangan rapid test. Diperlukan 1 hari sekitar 50 buah,” ujar Ketua Komisi III DPRD Bali, IGA Diah Werdhi Srikandi usai melakukan kunjungan ke Pelabuhan Celukan Bawang.

Menyikapi hal ini pihaknya selaku Ketua Komisi III mendesak Pelindo III agar memanfaatkan dana CSR-nya untuk pembelian rapid test, sedangkan APD yang lain disediakan.

“Jangan hanya menunggu dari Dinkes saja kalau memang persediaan terbatas. Pelindo III juga harus maksimal dalam mengamankan pintu masuk Bali dari penyebaran covid-19 agar tidak ada kecolongan,” kata dia.

Setelah 21,5 Ton Beras di Bali, Zainal Tayeb Kirim Tujuh Ton ke Lombok, Banyuwangi dan Makassar

Esok, Sanur Kauh Lakukan Isolasi Selektif, Buntut dari 6 Kasus Transmisi Lokal Positif Covid-19 

Peduli Covid-19, Selama Ramadan Bank Mayapada Thamrin Bagikan 500 Nasi Kotak Setiap Hari Kerja

Selain itu, Diah menyebutkan, adanya pelabuhan-pelabuhan liar tidak resmi, agar digiatkan patroli, yang tentunya harus didukung dengan sarana prasarana patroli yang memadai.

“Komisi III akan selalu melakukan pengawasan pintu masuk Bali,” ucapnya.

Sementara itu, soal perpanjangan dermaga II, pembuatan breasthing dolphin, dan pembangunan terminal penumpang yang seharusnya proses tahun ini ditunda karena situasi saat ini tidak memungkinkan, namun ada beberapa kendala yang dihadapi.

Kendala itu, sebutnya, seperti kegiatan cruise dan yathc di pelabuhan yang tidak sesuai peruntukkan dan terbatasnya sarana dan prasarana DTW di Bali Utara.

Keinginan Menikah Lagi Tak Disetujui Keluarga, Kakek 70 Tahun Nekat Gantung Diri

Reaktif Rapid Tes Pedagang di Pasar Bondalem Singaraja Bertambah 39 Orang

Tak hanya itu, ia pula menyebutkan, adanya keterbatasan akses jalan untuk truk dari Pelabuhan Celukan Bawang ke kabupaten lain.

Lebih jauh terkait penanganan Covid-19 di Pelabuhan Celukan Bawang, pihaknya menilai sudah dijalankan sesuai protap dalam pengecekan kesehatan sopir logistik dan dilakukan pemeriksaan kepada penumpang di kapal sebelum kapal bersandar jarak 1-2 mil.(*)

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved