Corona di Bali

Non KTP Badung juga Punya Andil, FSP Bali Harap Insentif Tak Hanya untuk Pekerja Ber-KTP Badung

Rencana Pemerintah Kabupaten Badung untuk memberikan insentif bagi pegawai ber- KTP Badung yang di PHK, mendapat aspresiasi dari kalangan serikat

Tribun Bali/I Komang Agus Aryantha
Ketua Federasi Serikat Pekerja Bali, Wayan Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Rencana Pemerintah Kabupaten Badung untuk memberikan insentif bagi pegawai ber- KTP Badung yang di PHK, mendapat aspresiasi dari kalangan serikat pekerja di Kabupaten Badung.

Namun kebijakan tersebut mengundang pertanyaan Federasi Serikat Pekerja Bali, pasalnya diberlakukan untuk pegawai yang di PHK ber-KTP Badung saja.

Pekerja pariwisata non KTP Badung juga mempunyai andil besar dalam menjalankan roda perekonomian pariwisata di Kabupaten Badung.

Terjadi Kerumunan Warga Saat Ngaben di Setra Tengah, Gede S Ditetapkan Sebagai Tersangka

Jaga Kondisi Tetap Stabil, M Rahmat Sparing dengan Tembok Rumah

Pasien Sembuh COVID-19 Menjadi 1.954, Sebanyak 18 Provinsi Tak Laporkan Kasus Baru

Sehingga dipandang perlu juga mendapatkan insentif yang dikeluarkan kabupaten terkaya di Bali ini. Hal ini pun ditegaskan ketua Federasi Serikat Pekerja Bali, Wayan Suyasa, Senin (4/5/2020).

Suyasa menerangkan, serikat pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja (FSP) Bali meminta pemerintah daerah juga memperhatikan nasib para pekerja non KTP Badung yang juga saat ini kena PHK maupun dirumahkan.

Pasalnya mereka juga bekerja di wilayah Kabupaten Badung gang juga terdampak wabah Covid-19.

"Mereka kan juga terdampak, apalagi meningkatkan pariwisata di Badung," katanya.

Nyebrang ke Jawa, Wajib Tunjukkan Surat PHK dan Keterangan Polisi

Cerita Ramadhan, Pulau Rubiah Surga Snorkeling, Pusat Karantina Pertama Jamaah Haji Zaman Kolonial

Penyaluran DAU/DBH Banyuwangi Tidak Ditunda Pemerintah Pusat

Pihaknya mengatakan, khususnya di Badung, selama ini sektor pariwisata memberikan pendapatan besar bagi daerah. Bahkan hampir 87 persen pendapatan badung dari sektor pariwisata.

"Jadi, kami berharap pemerintah memberikan atensi khusus, bila para kerja akan diberi insentif tidak harus yang ber-KTP Badung, karena sektor pariwisata pekerjanya bukan dari Badung saja, melainkan juga ada dari luar," tegas Suyasa.

Lebih lanjut ia mengatakan, meski bukan ber-KTP Badung, kata Suyasa, mereka berharap mendapatkan perhatian juga berupa insentif dari pemerintah.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved