Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

Kematian di Inggris Terbanyak Kedua Karena Covid-19, Terlambat Melakukan Ini

Inggris menjadi negara teratas di Eropa dan kedua di dunia dalam jumlah kematian akibat virus corona.

Editor: Kander Turnip
Matt Dunham/AP
Masjid Jami Tengah Ghamkol Sharif di Birmingham, Inggris, lahan parkirnya dipakai untuk kamar mayat berkapasitas 150 jenazah, Jumat (24/4/2020). 

Kematian di Inggris Terbanyak Kedua Karena Covid-19, Terlambat Melakukan Ini

TRIBUN-BALI.COM, LONDON - Inggris menjadi negara teratas di Eropa dan kedua di dunia dalam jumlah kematian akibat virus corona.

Tingkat kematian di negara itu hingga Kamis (7/5/2020) melampaui 30 ribu orang.

Sebanyak 30.076 orang dinyatakan meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19, dengan tambahan 649 orang meninggal dunia pada Kamis pagi.

Menteri Perumahan, Kemasyarakatan, dan Pemerintah Daerah Inggris, Robert Jenrick mengatakan, jumlah kematian itu merupakan kehilangan yang memilukan.

ABK WNI Dibuang ke Laut Setelah Dieksploitasi, Ada Surat Pernyataan Tak Akan Menuntut

Mayat WNI ABK Dibuang ke Laut, Ini Kata Pakar Hukum Internasional

Sehari sebelumnya, jumlah kematian di Inggris melampaui Italia.

Saat ini, jumlah kematian di Italia mencapai 29.684 orang.

Sedangkan Amerika Serikat tetap berada di urutan pertama, lebih dari 70 ribu orang meninggal dunia.

Dalam konferensi pers perkembangan Covid-19 di Inggris, Jenrick mengatakan, "Sangat sulit untuk membuat perbandingan internasional secara pasti, dibutuhkan waktu untuk melakukannya."

Malam Hari Cuma 25 Menit, Ini Pengalaman WNI Ramadhan di Findlandia

Ibadah Haji Belum Jelas karena Covid-19, Kemenag RI Minta Kepastian 12 Mei

Profesor Sir David Spiegelhalter, anggota tim pakar yang memberi rekomendasi kepada pemerintah Inggris selama pandemi, mengatakan Inggris seharusnya berkaca pada negara-negara lain untuk mempelajari mengapa angka kematian kita sangat tinggi".

Sebelumnya pemimpin Partai Buruh Sir Keir Starmer mengatakan, pemerintah terlalu lambat memberlakukan karantina wilayah dan terlalu lambat meningkatkan jumlah tes.

Ia bertanya kepada Perdana Menteri Boris Johnson tentang peningkatan jumlah kematian di tempat perawatan.

"Dua belas pekan setelah Menteri Kesehatan mengumumkan kita dalam krisis kesehatan, saya harus bertanya kepada Perdana Menteri, mengapa pemerintah belum siap akan hal ini?”

Jumlah pengetesan virus corona di Inggris turun drastis ke angka terendah selama sepekan terakhir.

Pemerintah hanya melakukan 69.463 tes dalam 24 jam terakhir.

Gaji Tinggi Dewan Pengawas KPK Dinilai Hamburkan Uang Negara

Kiper Persib Ini Gunakan Aplikasi Homecourt untuk Berlatih Mandiri, Jadi Lebih Seru

Pemain Persebaya Makan Konate Tak Bisa Pulang Kampung, Begini Cara Dia Obati Rindu

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved