RS Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Unud Berikan Pelayanan Gratis, Ini Syaratnya

Adapun pelayanan gratis tersebut berlaku bagi semua masyarakat dog lover dan rescue, terkhusus untuk anjing gladak lokal dan kucing lokal.

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti | Editor: Wema Satya Dinata
Instagram Resmi Universitas Udayana @univ.udayana
Rumah Sakit Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana berikan pelayanan kesehatan gratis terhadap hewan peliharaan khususnya anjing dan kucing lokal. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rumah Sakit Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (RSH FKH Unud) bekerjasama dengan Animals Australia dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, memberikan pelayanan kesehatan gratis terhadap hewan peliharaan khususnya anjing dan kucing lokal.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur RSH FKH Unud, Prof. Dr. drh. Ni Ketut Suwiti, M.Kes., saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (9/5/2020).

Pelayanan gratis bagi hewan itu diselenggarakan dalam rangka peduli Covid-19, yang mana banyak hewan peliharaan yang terlantar karena pemasukan owner menurun.

Adapun pelayanan gratis tersebut berlaku bagi semua masyarakat dog lover dan rescue, terkhusus untuk anjing gladak lokal dan kucing lokal.

Ini Kategori Penumpang yang Diizinkan & Prosedur Wajib Saat Mengikuti Penerbangan Rute Domestik

Ini Jumlah Diskon Listrik yang Diberikan di www.lightup.id, Bantuan Bisa Dicairkan via OVO & Web PLN

376.000 Masker Gratis Telah Dibagikan ke Desa-Desa di Banyuwangi

Selain kasus emergency, seperti anjing/kucing tertabrak atau melahirkan, untuk dapat kebagian pelayanan gratis ini harus mengikuti sejumlah persyaratan yang telah ditentukan.

“Syaratnya agar bisa mendaftar, hewan yang dimiliki harus anjing dan kucing lokal. Itu selama kuota masih tersedia, karena adanya keterbatasan dana,” ujar Ketut Suwiti, Sabtu (9/5/2020).

Menurut Ketut Suwiti, tujuan dari penyelenggaraan pelayanan gratis ini agar dapat meringankan beban pecinta anjing lokal dengan memberikan pelayanan medis.

Pelayanan gratis yang diberikan berupa interna  infeksius dan non-infeksius, sterilisasi jantan (kastrasi) dan betina (OH) serta vaksinasi rabies gratis.

“Ini (pelayanan gratis) kepada hewan yang terdampak Covid-19, khususnya anjing dan kucing lokal (bukan ras),” tegasnya.

Terkait yang menangani pasien hewan tersebut, Ketut Suwiti menyebutkan pihaknya langsung menerjunkan staf dokter (tenaga medis veteriner) dan dosen yang ditugaskan secara terjadwal.

“Tidak ada mahasiswa, sesuai Surat Edaran Rektor.  Kegiatan akademik semua dilakukan dari rumah. Jadi yang handle kegiatan adalah staf dokter dan dosen yang bertugas sesuai jadwal,” terangnya.

Pendaftaran untuk pelayanan gratis ini telah dimulai sejak Senin (4/5/2020) lalu dengan batasan kuota mencapai Rp 25 juta.

“Mulai Senin kemarin, dan ternyata kuota (Rp 25 juta) sudah habis. Kegiatan ini juga kan dibatasi dana yang tersedia,” ungkapnya.

Kendati kuota bulan ini telah habis, pihaknya mengungkapkan bahwa kegiatan pelayanan gratis ini akan diadakan setiap bulan pada minggu ke dua sampai dengan Juli 2020.

 Bagi yang ingin memeriksakan hewan peliharaannya, agar dapat menghubungi pihak mereka.

“Kontak di pamflet. Tapi untuk bulan ini sudah full,” singkatnya.

Ini Pengakuan Ferdian Paleka & Penyesalannya Atas Video Prank Bingkisan Berisi Sampah Kepada Waria

Kepala KUA Bisa Tolak Catat Pernikahan, Begini Tata Cara Akad Nikah di Tengah Pandemi Covid-19

Jadwal Buka Puasa Ramadhan Hari Ini Sabtu 9 Mei 2020 Wilayah Denpasar dan Sekitarnya

Melalui pelayanan ini, Ketut Suwiti berharap ada lebih banyak lagi yayasan, institusi yang peduli dengan keselamatan hewan, sehingga bisa bersama-sama mensejahterakan masyarakat melalui kesehatan hewan.

Ia juga berharap agar Covid-19 ini bisa tertangani dan tidak ada lagi kasus positif, karena telah memberikan dampak pada perekonomian yang menyebabkan masyarakat tidak lagi bisa merawat hewan peliharaannya dengan baik.

Sementara itu, terkait pemberitaan Covid-19 yang dapat menginfeksi hewan, Ketut Suwiti berharap agar segera diadakan penelitian lebih lanjut perihal kabar tersebut.

Karena dikhawatirkan semakin banyak hewan yang ditelantarkan oleh pemiliknya.

“Saya harap segera ada penelitian lebih lanjut soal bisa tertularnya Covid-19 ke hewan. Hal ini akan menyebabkan hewan semakin banyak terlantar karena manusia takut tertular,” tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved