Dishub Gianyar Rancang BLT Bagi Sopir Angkutan Siswa

penghasilan mereka bisa mencapai Rp 5 juta per bulan, dari mengangkut para siswa ditambah penghasilan megangkut masyarakat di luar jam sekolah

Istimewa
Angkot terparkir menunggu penumpang di kawasan Pasar Umum Gianyar, Kamis (30/4/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Para sopir angkot di Kabupaten Gianyar, sempat menikmati ‘manis’ pendapatan, sejak Pemkab Gianyar mengadakan program angkutan siswa gratis.

Dimana penghasilan mereka bisa mencapai Rp 5 juta per bulan, dari mengangkut para siswa ditambah penghasilan megangkut masyarakat di luar jam sekolah.

Namun tak sampai tiga tahun, pandemi covid-19 masuk Bali, yang menyebabkan para siswa belajar di rumah, para sopir angkota yang berjumlah 184 orang ini pun kehilangan penghasilan tetap, ditambah lagi minimnya masyarakat keluar rumah, mengakibatkan perekonomian para sopir karut-marut.

 Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar, tidak tinggal diam terhadap nasib para sopir.

Banyuwangi Kini Miliki Enam Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Pedagang Rawan Kepanasan di Tempat Relokasi Pasar, Bupati Gianyar Siapkan Pohon Perindang Besar

Sebaiknya Hindari Makan Tengah Malam, Ini 6 Dampak Buruknya Bagi Kesehatan

Kepala Dishub Gianyar, I Wayan Suamba, Senin (11/5/2020) mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengupayakan bantuan langsung tunai (BLT) untuk para sopir angkot yang selama ini, ikut dalam program angkutan siswa gratis Gianyar.

Dalam hal ini, Suamba berkoordinasi dengan Dirlantas Polri.

Namun, kata dia, dari 184 orang sopir, kuota bantuan hanya 66 sopir.

Karena itu, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap para sopir.

Dimana, para sopir yang telah menerima bantuan BLT Dana Desa, BLT Kemensos, dan bantuan lainnya dari pemerintah, tidak akan masuk dalam daftar penerima BLT sopir angkot ini.

“Saat ini kami sedang mendata, supaya tidak ada yang mendapat bantuan doble. Bantuan ini, harus tepat sasaran, dimana yang menerimanya hanya yang tidak tersentuh bantuan pemerintah dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Terkait nilai bantuannya, Suamba mengatakan sebesar Rp 600 ribu per bulan.

WIKI BALI - Makna Lambang ISI Denpasar

5 Cara Mengurangi Kecanduan Gadget Demi Kesehatan Tubuh

Pada Penyintas Covid-19, Bupati Anas: Jangan Stres

“Saat ini para sopir sangat terpuruk, mereka hanya bisa mengangkut barang dagangan ke pasar, itupun tidak setiap hari. Dengan nantinya ada BLT Rp 600 ribu per bulan ini, dapat meringankan beban mereka,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved