Corona di Bali

Tangani Pasien Covid-19, 110 Tenaga Medis di RSUD Buleleng Diusulkan Terima Insentif dari Kemenkes

Mereka merupakan dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, analis kesehatan di Lab, dan radiografer, yang secara langsung terlibat

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Direktur RSUD Buleleng, Gede Wiartana 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA -  RSUD Buleleng pada bulan ini mengusulkan sebanyak 110 orang tenaga medis yang menangani covid-19 atau virus corona untuk mendapatkan insentif dari Kementerian Kesehatan RI.

Pemberian insentif ini merupakan keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020.

Dirut RSUD Buleleng, dr. Gede Wiartana ditemui Rabu (20/5/2020) mengatakan, 110 orang tenaga medis yang diusulkan untuk mendapatkan insentif  itu bekerja di RSUD Buleleng dan RS Pratama Giri Emas.

Mereka merupakan dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, analis kesehatan di Lab, dan radiografer, yang secara langsung terlibat dalam penanganan pasien covid-19.

Setelah Lebaran, PLN Siap Jalankan Skenario New Normal Hadapi Pandemi Covid-19

Diganjar 12 Tahun Penjara Karena Miliki 99,23 Gram Sabu & 699 Butir Ekstasi, Naryana Belum Bersikap

Kunjungan Masyarakat Denpasar ke Psikiater Meningkat Seminggu Terakhir, Rata-Rata Alami Keluhan Ini

 Sementara untuk cleaning service, satpam dan sopir ambulans yang juga ikut berperan dalam penanganan covid-19, insentifnya akan diajukan ke Pemerintah Daerah Buleleng melalui APBD.

Wiartana mengaku saat ini pihaknya masih melakukan kalkulasi dan verifikasi data,  berupa mencocokan antara jadwal jaga dan absensi, mengingat petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan RI baru diterima pada 15 Mei kemarin.

 Setelah kalkulasi selesai dilakukan, data akan diserahkan ke Kementerian Kesehatan, sehingga insentif dapat segera dicairkan.

Dalam SK Kemenkes, jumlah insentif yang diterima oleh tenaga medis yang menangani pasien covid-19 bervariasi.

Semisal dokter spesialis, setinggi-tingginya mendapatkan sebesar Rp 15 juta.

 Sementara dokter umum maksimal Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7.5 juta, analis kesehatan di Lab dan radiografer sebesar Rp 5 juta.

“Ada rumus hitung-hitungannya, jumlah insentif yang diterima sangat berpengaruh dengan jumlah pasien yang dilayani. Bagi tenaga medis yang tidak bersentuhan langsung dalam penanganan covid tidak dapat insentif. Jadi yang dapat itu hanya tenaga medis yang terlibat langsung dalam menangani covid. ” terang Wiartana.

Terpisah, Sekda Buleleng, Gede Suyasa mengatakan lembaga kesehatan maupun Dinas Kesehatan saat ini memang sedang mendata tenaga-tenaga medis yang berhak untuk mendapatkan insentif dari Kemenkes RI.

Bila saja nama-nama tenaga medis yang diusulkan itu lolos dalam validasi pusat, maka dana insentif akan ditransfer oleh Kemenkes RI ke Pemkab Buleleng, untuk selanjutnya dicairkan ke masing-masing tenaga medis.

Kebijakan Baru, Seluruh Umat Musim di Buleleng Diintruksikan Shalat Id di Rumah

Kabar Gembira, Dua Pasien Covid-19 Buleleng Sembuh

Kapolres Gianyar Serahkan Bantuan Masker, Hand Sanitizer dan Sembako dari Kapolda Bali

“Kami berharap tim surveilans yang melakukan tracing juga bisa mendapatkan insentif. Kami akan menunggu hasil verifikasi dari pusat, siapa-siapa saja yang dapat insentif. Bila ada yang tidak dapat, namun ikut berperan dalam penanganan covid, maka akan menjadi refrensi kebijakan daerah,” jelas Suyasa. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved