728 Warga Binaan Pemasyarakatan Se-Bali Diusulkan Dapat Remisi Khusus Idul Fitri

Besaran remisi atau potongan masa tahanan yang diberikan kepada warga binaan mulai dari 15 hari hingga dua bulan.

Tribun Bali/Istimewa
Ilustrasi Remisi warga binaan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Sebanyak 700an Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Bali diusulkan mendapat usulan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri.

Remisi Khusus (RK) ini diusulkan oleh Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kanwil Hukum dan HAM) Bali diberikan kepada narapidana dan anak pidana beragama Islam.

Besaran remisi atau potongan masa tahanan yang diberikan kepada warga binaan mulai dari 15 hari hingga dua bulan.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Hukum dan HAM Bali, Suprapto.

35 ODP dan OTG di Kelurahan Kesiman Diberi Bantuan Sembako

Anggota yang Bertugas di Bandara & Pelabuhan Prioritas Rapid Test, Kapolresta Denpasar Jelaskan Ini

AS Pasang Bendera Setengah Tiang, Pasien Covid-19 yang Meninggal Dekati 100.000 Orang

"Narapidana yang mendapat Remisi Hari Raya Idul Fitri 1441 H semula berjumlah 899 orang. Sampai batas pengusulan terakhir sebanyak 728 orang, jadi hanya 80,98 persen. Berkurangnya jumlah tersebut dikarenakan sebagian napi telah menjalani program asimilasi di rumah dan integrasi sosial. Mereka yang sedang menjalankan asimilasi dan integrasi tidak lagi diusulkan mendapatkan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri," terangnya saat dihubungi melalui telpon, Sabtu (23/5/2020).

Dijelaskannya mengingat situasi pandemi ini, teknis pengumuman remisi akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pemberian remisi kali ini akan dilakukan dengan cara menempel daftar nama warga binaan yang memperoleh remisi di papan pengumuman setiap lapas dan rutan.

"Nanti akan ditempelkan di papan pengumuman. Ini dilakukan sesuai dengan pedoman kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19," jelas Suprapto.

Terkait dengan pelaksaan Solat Ied, pihaknya menyatakan tidak mengeluarkan kebijakan pelarangan atau memberikan izin melakukannya secara berjamaah.

Namun dari Dirjen Pemasyarakatan Hukum dan HAM RI telah mengeluarkan edaran agar tidak melaksanakan Solat Ied secara bersama-sama atau berkumpul.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved