Corona di Bali

Bupati Buleleng Minta Waktu Dua Minggu untuk Mempertimbangkan Pembukaan Tempat Ibadah

SE ini diterbitkan sebagai respon atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng saat menggelar rapat bersama MUI untuk membahas Surat Edaran (SE) Menteri Agama RI Nomor 15 Tahun 2020, Jumat (5/6) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng meminta waktu selama dua minggu kepada masyarakat, untuk mempertimbangkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama RI Nomor 15 Tahun 2020.

Sebab sampai saat ini, di Buleleng masih ditemukan adanya kasus transmisi lokal.

Seperti diketahui, SE Menteri Agama itu menyangkut tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman covid di masa pandemi.

 SE ini diterbitkan sebagai respon atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Diduga Mr X Karena Sakit Ini, Polisi Kini Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Tim Medis

Kondisi Memprihatinkan,DPRD Bali Minta Petugas Pemprov di Pelabuhan Ketapang Ditarik Usai Arus Balik

Terkait Penemuan Mayat di Kamar Kos Jalan Mahendradatta, Dugaan Awal Meninggal Karena Sakit

Bupati Buleleng juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan, kasus penularan covid-19 atau virus corona saat ini sulit untuk ditebak, dan bisa terjadi dimana saja.

 Terlebih sampai saat ini, di Buleleng masih ditemukan kasus transmisi lokal. Sehingga bila tempat ibadah mulai dibuka, maka dikhawatirkan dapat membahayakan para umat.

"Selama masih ada kasus transmisi lokal, tempat ibadah akan kami tutup dulu. Tunggu dua minggu lagi lah. Kalau kasus penularan sudah mulai menurun, saya akan diskusikan dengan Gubernur sehingga tempat ibadah di Bali, bukan hanya Buleleng bisa dibuka secara bersama-sama. Tidak ada pertimbangan lain, semua untuk keamanan umat saja. Dua minggu lagi akan kami rapatkan," katanya saat ditemui seusai melakukan rapat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jumat (5/6/2020).

Sementara Sekretaris MUI Buleleng, Muhammad Ali Susanto tidak menampik bahwa pihaknya telah banyak menerima permohonan dari para pengurus masjid, agar masjid-masjid khususnya diwilayah Kecamatan Gerokgak dan Seririt bisa kembali  dibuka.

Hanya saja, dengan melihat masih ditemukannya kasus transmisi lokal, maka pihaknya dapat memaklumi keputusan Bupati tersebut.

 Bahkan, Ali Susanto juga berharap keputusan untuk membuka tempat ibadah ini diberikan langsung oleh Gubernur Bali, sehingga pembukaan tempat ibadah dapat dilakukan secara serentak di seluruh Bali.

Dengan demikian, saat ini seluruh umat Muslim di Buleleng masih diinstruksikan untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

"Sebenarnya kami dari MUI memang berharap saat ini jangan ada keputusan dulu. supaya keputusannya jadi satu kata, dari Gubernur Bali. Kami justru sangat mengapresiasi keputusan Bupati itu karena kami juga ketar-ketir, jadi ini untuk kebaikan kita bersama," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved