Corona di Bali

Ratusan WNA Dibubarkan Tim Gabungan di Restoran di Canggu, Satpol PP Panggil Manajemen Restoran

Pengunjung di Old Man’s Canggu sempat ramai, pada Selasa (9/5/2020) malam.

Istimewa
Situasi di restoran Old Man’s Canggu saat adanya kerumunan WNA, Rabu (10/6/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Pengunjung di Old Man’s Canggu  sempat ramai, pada Selasa (9/5/2020) malam.

Restaurant n Bar yang lokasinya persis sebelum masuk parkir Pantai Batu Bolong itu buka setelah keluarnya instruksi Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa melalui Surat Edaran (SE) Nomor : 510/2894/Diskop.UKMP/Sekret tertanggal 9 Juni 2020 tentang pengaturan jam buka pasar tradisional dan modern maupun usaha lainnya.

Pada SE itu pengusaha diminta membuka usahanya dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita

Meski demikian, semua pengunjung akhirnya dibubarkan lantaran dianggap tidak mematuhi protokol kesehatan.

Menurut informasi yang didapat, restoran yang berada kawasan Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, buka mulai pukul 16.30 wita.

Saat restoran itu buka, tamu atau warga yang mendominasi yang datang adalah Warga Negara Asing (WNA).

Pukul 19.00 Wita, wisatawan pun mulai membludak hingga areal parkir pantai batu Bolong Canggu.

Batasi Pembeli dan Penjual, Semua Los Pasar di Denpasar Akan Dipasangi Pembatas Plastik

Kronologi WNI Kepergok Curi Tas Louis Vuitton di Melbourne Australia,Beraksi saat Karyawan ke Gudang

Pasien Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Satu Orang, Sembuh Tiga Orang

Bahkan dengan adanya kerumunan orang dan juga banyak ditemukan WNA tidak menggunakan masker akhirnya mereka semua dibubarkan.

Upaya pembubaran itu pun terpaksa dilakukan lantaran tidak memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Pantauan di lokasi, Kamis (11/6/2020) restoran pun tutup, kondisi restoran sepi dan dijaga dengan salah seorang security.

Meski demikian, restoran itu pun terlihat sudah mematuhi protokol kesehatan, sudah ada tempat cuci tangan di depan pintu masuk.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung IGAK Suryanegara, saat ditemui mengatakan pembubaran kurumunan pengunjung restoran yang berada dekat dengan pantai ini lantaran semakin malam semakin membludak.

Bahkan, pihak keamanan restoran kewalahan mengatur para pengunjung.

Perumda Pasar Belum Jamin Pasar Malam Kumbasari Bisa Buka Tanggal 16 Juni 2020

19 Pedagang Positif Covid-19, 382 Pedagang Pelataran Pasar Kumbasari Akan Jalani Swab dan Rapid Test

Sanksi Menanti ASN Tak Pakai Masker dan Akan Dilarang Masuk di Kantor Pemprov Bengkulu

“Dari pihak restorannya sudah mematuhi protokol kesehatan. Tempat duduknya pun sudah dikurangi.  Karena kebetulan ada promo dari pihak manajemen restoran, sehingga kemarin (Rabu malam) membludaklah yang datang,” jelas Suryanegara.

Birokrat asal Kota Denpasar itu lebih lanjut menjelaskan, mulanya sekitar pukul 17.00 Wita hingga 18.00 Wita, pengunjung restoran masih relatif sepi.

Menginjak pukul 18.30 Wita, mulailah pengunjung yang didominasi WNA terus bedatangan, hingga pengunjung pun membludak.

“Dari pihak manajemen sudah berupaya mengatur jarak tamu, demi melaksanakan protokol kesehatan. Namun karena pengunjung semakin membludak, sehingga petugas keamanan sendiri kewalahan menerapkan social distancing,” ungkapnya.

Ia pun mengaku beberapa personel Satpol PP yang saat itu sedang melakukan pengawasan di sepanjang pantai, melihat ada kerumunan pengunjung maka ikut membantu melakukan pengaturan.

“Sebenarnya, pihak manajemen sendiri juga tidak menyangka bakal membludak begitu,” kata Suryanegara.

Maskapai Penerbangan Emirates Dikabarkan PHK Ratusan Pilot dan Awak Kabin

Viral Tagihan Listrik Warga Hingga Rp 20 Juta, Ini 7 Cara Hemat Listrik Agar Pembayaran Tak Melonjak

Mengingat kondisi sudah tidak memungkinkan, akhirnya aparat gabungan terdiri dari pihak kepolisian, Satpol PP, dan aparat desa setempat mengambil keputusan untuk melakukan pembubaran dan menutup sementara restoran.

“Kami sudah minta restoran untuk menutup dulu sementara, agar tidak terulang lagi kerumunan seperti itu,” tegasnya.

Ia pun memprediksi sekitar seratus WNA yang dibubarkan pada Rabu malam.

Ia menduga wisatawan memang ingin party dan berkumpul.

“Karena tidak memenuhi standar protokol kesehatan terpaksa kita bubarkan,” ujarnya sembari mengatakan mungkin wisatawan memang budayanya seperti itu.

Meski demikian, pihaknya mengaku melakukan pemanggilan terhadap manajemen restoran. Pemanggilan dilakukan sesuai SOP Satpol PP Badung.

“Memang saat ini kita melonggarkan jam dengan membuka restoran. Namun kesalahannya kemarin wisatawan yang membandel. Tapi kami panggil ini untuk melihat dokumen perijinan,” jelasnya.

Di sisi lain, Camat Kuta Utara Putu Eka Permana, yang didampingi Kepala Desa Canggu, I Nengah Lana juga membenarkan pembubaran kerumuman di salah satu restoran di kawasan Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara tersebut.

“Iya, pembubaran dilakukan sekitar pukul 20.00 Wita. Restoran itu baru dicoba dibuka. Namun, lantaran tidak mengikuti arahan pemerintah desa untuk mengikuti protokol kesehatan, sehingga sekitar pukul 20.00 wita dibubarkan,” katanya.

Eka Permana mengimbau supaya masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin cuti tangan, termasuk jaga jarak.

Menurut dia, ditengah upaya pemerintah menerapkan new normal, justru masyarakat seharusnya semakin ketat menerapkan protokol kesehatan.

Meski demikian dirinya mengaku di wilayah Canggu sejatinya masih banyak ada wisatawan.

Bahkan pihaknya sudah setiap hari memberi imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan tersebut.

“Contohnya saja saat pantai tutup banyak aksi wisatawan untuk menuju pantai,” bebernya.

Meski demikian, pihaknya mengaku tetap akan melakukan pengawasan terkait adanya kerumunan warga di wilayah Canggu.

Selebihnya, akses pantai kini sudah mulai dilakukan untuk tempat surfing.

“Jadi memang ada wisatawan ke pantai. Tapi tetap kami berikan himbauan. Petugas kami setiap pagi siang dan sore melakukan penjagaan,” jelasnya

Meski demikian, ia mengaku untuk restoran yang kemarin buka, akan dilakukan tutup sementara agar tidak terjadi pembludakan wisatawan lagi.

“Pihak manajemen sudah mau tutup sementara kok. Mereka mau mematuhi protokol kesehatan,”

Kepala Desa Canggu, I Nengah Lana menambahkan bahwa pihaknya akan memanggil semua pengusaha yang ada di Canggu.

Hal itu dilakukan agar tidak terulang kejadian yang sama.

“Kami tentu tidak menginginkan hal tersebut. Yang jelas kami akan panggil pengusaha yang ada di Canggu agar mematuhi protokol kesehatan dan tidak terulang adanya kerumunan warga,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved