Corona di Indonesia

Pihak RSUD Klungkung Ngaku Kesulitan Klaim Biaya Perawatan Pasien Covid-19 ke Kemenkes

pihak RSUD Klungkung sebenarnya telah melakukan klaim tahap pertama untuk biaya perawatan pasien covid-19 sejak bulan April lalu.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pihak RSUD Klungkung saat memulangkan pasien covid-19 yang telah dinyatakan sembuh, Jumat (19/6). RSUD Klungkung kesulitan klaim biaya perawatan pasien covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - RSUD Klungkung mengalami kesulitan saat meklaim biaya perawatan pasien covid-19 yang diajukan ke Kementrian Kesehatan.

Karena berkas belum lengkap, biaya klaim periode pertama yang berjumlah Rp 900 juta belum cair.

" Kita sudah sempat ajukan klaim pertama untuk perawatan pasien covid-19 yang jumlahnya 14 orang, nilainya sekitar Rp 900 juta. Tapi klaim pertama ini belum lolos karena kita disuruh melengkapi berkas lagi," ujar Dirut RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, Jumat (19/6/2020).

Ia menegaskan, pihak RSUD Klungkung sebenarnya telah melakukan klaim tahap pertama untuk biaya perawatan pasien covid-19 sejak bulan April lalu.

Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020, Simak Niat dan Tata Cara Salat Gerhana atau Salat Kusuf

21 Juni 2020 Akan Terjadi Fenomena Gerhana Matahari Cincin, Berikut Tips Aman untuk Melihatnya

Sebut Perekonomian Indonesia Lebih Berat Dibanding 1998, Jokowi Ungkapkan Fakta Ini

Hanya saja awal Mei ada ketentuan baru yang keluar, sehingga berkas yang diajukan sebelumnya belum lengkap.

Hal ini membuat pengajuan klaim pertama dari RSUD Klungkung yang senilai Rp 900 juta belum lolos verifikasi.

" Ketentuan baru itu, harus ada dokumen cek darah, serta rontgen. Padahal tidak semua pasien covid-19 dilakukan pemeriksaan darah dan rontgen, karena perawatannya disesuaikan dengan kondisi dan keadaan masing-masing pasien. Sehingga tidak semua kami lampirkan dokumen itu," jelas dr Kesuma.

Dengan persoalan tersebut, dr. Kesuma mengaku masih melakukan koordinasi dengan pihak  BPJS Kesehatan yang melakukan verifikasi.

dr Kesuma pun belum dapat memastikan apakah klaim yang di ajukannnys bisa lolos atau tidak.

Jika tidak bisa dibayarkan, maka  pihak rumah sakit tidak tertutup kemungkinan akan norok atau menanggung biaya perawatan 14 orang pasien tersebut.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved