Pengelola House of Om Diberi Peringatan, Sebut Tak Ada Kesengajaan

Pengelola House of Om Bali, di Desa Bitera memenuhi panggilan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Selasa (23/6/2020).

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Klarifikasi Pengelola House of Om Bali dengan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Selasa (23/6/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pengelola House of Om Bali, di Desa Bitera memenuhi panggilan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Selasa (23/6/2020).

Pengelola sekaligus pemilik House of Om Bali, Wissam Berakeh bahkan diterima langsung oleh bupati di ruang kerja utamanya, di Kantor Bupati.

Dalam pertemuan tersebut, Wissam hanya diberikan sanksi berupa peringatan agar tidak mengulangi kesalahan tersebut.

Wissam Berakeh dalam pertemuan tersebut meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya di tengah pandemi Covid-19.

Kata dia, kegiatan tersebut terjadi pada 18 Juni 2020.

Kebakaran, Tiga Kamar Kos dan Satu Unit Sepeda Motor di Dalung Hangus Terbakar

Tak Terima Ponakannya Dinodai, Paman Murka & Potong Kemaluan Remaja di Bengkulu Ini Pakai Cutter

Cerita Saepul Bahri, Pria Asal Lombok Yang Nikahi 2 Wanita Sekaligus, Pulang Merantau Dapat Bonus

“Saya meminta maaf atas apa yang sudah terjadi. Itu di luar kontrol saya. Saya minta maaf. Saya cinta Bali, saya senang tinggal di Bali. Acara itu tidak ada niatan melanggar protokol covid-19,” ujarnya.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, pihaknya telah memperingati, agak yang bersangkutan tak mengulangi hal tersebut.

Jika kembali melakukan hal serupa, maka pihaknya akan langsung memberikan sanksi tegas, yakni menutup House of OM Bali.

“Kami sudah ingatkan agar tidak mengulangi hal itu lagi. Jika kembali terulang, maka tempat yoga tersebut akan kita tutup. Apapun nanti alasannya, kita tetap akan berikan sanksi tegas,” ujar Mahayastra.

Kuta Beach Sea Turtle Conservation Lepasliarkan 255 Tukik, Ada 150 Sarang Lain Berisi 17 Ribu Telur

Rumah Kos Berpeluang Jadi Tempat Penyebaran Covid-19 di Denpasar, Pendataan Duktang Digencarkan

Pemilik Akun Pertama Penyebar Video Dokter Gigi Jadi Tersangka

Mahayastra mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam ketika adanya lapiran pelanggaran pencegahan Covid-19.

Bahkan ia mengaku, hampir setiap hari memantau aktivitas masyarakat, terutama melalui media sosial.

Terkait, kegiatan House of Om Bali, Mahayastra mengaku kecolongan.

“Terkait kegiatan ini, saya dikirimi langsung oleh Gubernur Bali, sehingga saya menyampaikan kepada Satgas Covid-19 untuk memanggil pihak yang bertaggung jawab terhadap kegiatan tersebut. Hari ini dia sudah datang, dan kooperatif, menyesali apa yang telah terjadi,” ujar Mahayastra.

Sambut New Normal, Relawan Mengecat Kembali Patung Penyu di BSTC Kuta 

Mahayastra mengatakan, pihaknya tidak langsung memberikan sanksi tegas, karena dalam kegiatan tersebut tidak ada kesengajaan.

“Seperti klarifikasi tadi, dia mengatakan tidak ada niatan melanggar protokol kesehatan, dimana saat itu undangannya teratas, tetapi ternyata yang diundang ini mengajak temannya,” ujar Mahayastra. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved