Populasi Burung Jalak Bali Meningkat Hingga 303 Ekor, Begini Kata Kepala Balai TNBB

Hal ini kemudian berdampak baik pada satwa yang hidup dikawasan TNBB, salah satunya burung Jalak Bali dan Menjangan.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Balai TNBB, Agus Ngurah Krisna Kepakisan 

TRIBUN-BALI.COM –  Sejak adanya pandemi covid-19, populasi burung Jalak Bali meningkat pesat.

Saat ini, jumlahnya tembus mencapai 303 ekor di alam bebas, dan tercatat sebagai rekor tertinggi sejak 1974.

Kepala Balai TNBB, Agus Ngurah Krisna Kepakisan saat dikonfirmasi Rabu (24/6/2020) mengatakan, dengan adanya pandemi covid-19 ini seluruh aktivitas di wilayah TNBB ditutup sejak Maret lalu.

Hal ini kemudian berdampak baik pada satwa yang hidup dikawasan TNBB, salah satunya burung Jalak Bali dan Menjangan.

4 Cara Hindari Pembelian Ponsel Ilegal Pasca Pemberlakuan Aturan IMEI

Militer AS Terus Lakukan Provokasi di Laut China Selatan, Pejabat Beijing Geram dan Peringatkan Ini

Dua Desa di Tabanan Jadi Zona Merah Rabies Usai 4 Warga Digigit Anjing yang Positif

“Menjangan di Labuan Lalang dulu tidak kelihatan, sekarang sudah banyak kelihatan. Produktivitas Jalak Bali juga semakin meningkat. Tahun 2016 ada 81 ekor, 2017 ada 109 ekor, dan sekarang rekor tertinggi mencapai 303 ekor. Ini jumlah tertinggi dari catatan sejak 1974,” jelas Agus.

Agus pun tidak memungkiri, bertambahnya populasi burung Jalak Bali ini juga berkat kerjasama masyarakat yang ada di enam desa penyangga TNBB, seperti Belimbing Sari, Ekasari, Melaya, Gilimanuk, Sumberklampok, dan Pejarakan.

Masyarakat di enam desa itu ikut membantu melestarikan burung Jalak Bali lewat penangkaran, yang jumlahnya kini mencapai sekitar 100 ekor.

Namun mengingat saat ini sedang dalam situasi pandemi covid-19, pihaknya belum dapat melepasliarkan burung-burung tersebut.

“Karena suasana covid ini, semuanya serba ketat. Ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti tes rapid Avian Influensa (AI), sampel organ dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar, petugas perawatnya juga harus dirapid test. Kalau semua syarat sudah dipenuhi, baru kami mohon izin ke pusat untuk melepasliarkan,” terangnya.

Sementara Perbekel Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, I Wayan Sawitra Yasa menyebut, wilayahnya memang sebagai salah satu dari enam desa penyangga Taman Nasional Bai Barat.

 Pihaknya pun telah membentuk Kelompok penangkaran burung Jalak Bali, yang diberi nama Manuk Jegeg sejak 2011 lalu.

Awalnya, kelompok yang beranggotakan 25 orang ini menangkar sebanyak 12 pasang atau 24 ekor Jalak Bali.

Dalam perjalanannya hingga kini tahun 2020 jumlahnya berkembang pesat mencapai 50 pasang atau 100 ekor.

Pastikan Tahapan Pilkada 2020 Aman dan Lancar, KPU Badung Gelar Rakor Bersama Forkopimda

Tren Bersepeda di Bali Saat Pandemi Covid-19

Gojek PHK terhadap 430 Karyawannya, Inilah Investor Asing Bermodal Gede di Balik Kepemilikan Gojek

“Jumlah 100 ekor Curik Bali itu ditangkar oleh 15 orang dari 25 anggota kelompok, sejak tahun 2011. Saat ini perkebangannya sangat bagus. Angka kematiannya baru dua ekor sejak 2011 lalu,” singkatnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved