Corona di Bali

BREAKING NEWS - Tanpa Surat Keterangan Rapid Test, 20 Duktang Berhasil Lolos ke Klungkung

Sejumlah 20 warga duktang asal Kabupaten Bima, NTB berhasil lolos ke Klungkung, Bali meski tanpa mengantongi surat keterangan rapid test

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Foto : Satpol PP memulangkan 20 warga pendatang yang tidak melengkapi diri dengan surat keterangan rapid dan surat lapor diri, Senin (29/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sejumlah 20 warga duktang asal Kabupaten Bima, NTB berhasil lolos ke Klungkung, Bali meski tanpa mengantongi surat keterangan rapid test.

Satpol PP Klungkung pun, Senin (29/6/2020) terpaksa memulangkan mereka ke kampung halamannya, karena selain tidak memiliki surat rapid test, mereka juga tidak mengantongi surat lapor diri.

"Ini jumlah warga pendatang yang dipulangkan ada 20 orang. Semuanya berasal dari Kabupaten Bima, NTB," ujar Kasatpol PP Klungkung, I Putu Suarta, Senin (29/6/2020).

Kasatpol PP Klungkung, Putu Suarta menjelaskan, mereka mengamankan 20 warga itu karena adanya keluhan dari masyarakat, Sabtu (27/6/2020) lalu.

Bahas Penanganan Covid-19 di Balai Kota Surabaya, Risma Mendadak Bersujud Sambil Pegangi Kaki Dokter

Jelang Piala Asia U-19, Sosok Jebolan Akademi Chelsea Ini Jadi Incaran Timnas Malaysia

Video Dangdutan di RS Darurat Wisma Atlet Viral, Ini Kejadian Sebenarnya Menurut Kakesdam Jaya

Warga mengeluh karena ada beberapa warga pesta miras di sekitar gudang bawang di Pasar Galiran, Klungkung.

"Saat hari Sabtu malam, mereka (duktang) ini berhasil melarikan diri saat akan kami amankan," jelasnya.

Senin pagi (29/6/2020), Satpol PP pun dan Kelurahan Semarapura Kelod kembali menyusuri keberadaan duktang yang sempat meresahkan masyarakat tersebut.

Setelah ditelusuri, mereka diketahui sebagai petani bawang asal Kabupaten Bima, NTB yang baru tiba di Klungkung, Sabtu (27/6/2020) lalu.

Mereka tiba di Klungkung untuk ikut mengangkut bawang yang dijualnya dari Bima ke Pasar Galiran.

Setelah diminta dokumen kependudukan, ternyata mereka semuanya tidak melengkapi diri dengan surat lapor diri dan surat keterangan hasil rapid test sesuai ketentuan saat ini.

Setidaknya ada 20 duktang yang diamankan Satpol PP karena dokumen kependudukannya tidak lengkap.

"Dengan situasi seperti ini, sesuai dengan aturan yang berlaku kami terpaksa memulangkan mereka. Sebelumnya mereka bisa lolos menyebrang ke Bali, walaupun tanpa memegang surat keterangan rapid test," jelasnya.

Suarta pun menekankan, dirinya bukannya melarang duktang untuk mengais rezeki di Klungkung.

Hanya saja pihaknya berharap duktang dapat tertib dengan peraturan.

Yakni dengan melengkapi diri dengan identitas lengkap, termasuk melakukan lapor diri ke lingkungan terdekat serta melengkapi diri dengan surat keterangan rapid test. (*).

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved