Breaking News:

Tak Hanya Pengguna, Pengedar Narkoba di Bali Juga Bertambah di Masa Pandemi Covid-19

"Keduanya (pengguna dan pengedar) bertambah di masa pandemi covid-19 ini," kata Khozin saat menggelar jumpa pers di Mapolda Bali

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Direktur Reserse Narkoba Polda Kombes Pol Mochamad Khozin (kemeja biru) saat menggelar jumpa pers di Mapolda Bali, Selasa (14/7/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Mochamad Khozin mengungkap bahwa di masa pandemi covid-19 ini jumlah pengguna narkoba di Bali meningkat.

Tak hanya pengguna, Khozin juga mengungkap bahwa pengedar narkoba pun bertambah di masa pandemi ini

"Keduanya (pengguna dan pengedar) bertambah di masa pandemi covid-19 ini," kata Khozin saat menggelar jumpa pers di Mapolda Bali, Selasa (14/7/2020)

Khozin mengatakan, biasanya orang yang baru pemula memakai narkoba mereka membeli narkoba dalam jumlah yang sedikit.

Kapolres Badung Wajibkan Seluruh Personel yang Bertugas Amankan Pemilu Menggunakan APD

Begini Cara Cek Penerima Diskon Listrik 900 VA dan 1300 VA dari lightup.id via Notifikasi OVO

Jalin Sinergitas Pengawasan Pelayanan Publik, Kajati Bali Silaturahmi ke Ombudsman Bali

Namun demikian, lama kelamaan pengguna narkoba tersebut biasanya akan menjadi pengedar.

"Kalau orang baru pemula pemakai, itu dia musti belinya nol koma sekian dipakai sendiri.

Kalau sudah terbiasa memakai, pasti dia juga akan menjual kepada teman-temannya. Mungkin dia cari sasaranlah," kata Khozin

Dari hasil pengembangan Ditresnarkoba Pold Bali, jumlah narkoba yang beredar ke Bali masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan di Sumatera dan Kalimantan.

"Jadi masuknya narkoba ke Indonesia itu melalui dua jalur biasanya. Sumatera dan Kalimantan. Yang ke Bali ini sebenarnya jumlah yang kecil-kecil. Karena sudah beredar dimana-mana," kata Khozin

Khozin juga mengungkap bahwa narkoba yang masuk dari jalur Sumatera dan Kalimantan itu datang dari Vietnam

"Banyak dari Vietnam, kemudian dari Vietnam ke Malaysia, dari Malaysia masuk ke Kalimantan, dari Kalimantan masuk ke Sumatera, baru ke Jawa melalui Serang Banten, trus dari sana baru ke Bali," ungkap Kombes Pol Mochamad Khozim

Mochamad Khozim menjelaskan, dari banyak kasus narkoba yang ditangani Polda Bali selama ini, diketahui bahwa narkoba tersebut masuk ke Bali ada yang lewat jalur darat, jalur udara dan paling banyak lewat jalur laut

"Paling banyak lewat jalur laut," ungkapnya

Kecuali Pelanggaran Berat, Polres Gianyar Tak Lakukan Penilangan, Ini Alasannya

The Sanctoo Villas & Spa Kini Resmi Berganti Nama Menjadi Sanctoo Suites & Villas

Sering Dibingungkan, Mana Lebih Baik, Sarapan atau Olahraga Terlebih Dahulu?

Khozin mengungkap, kasus peredaran narkoba selama pandemi covid 19 ini paling banyak terjadi di Denpasar.(*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved