Breaking News:

Rancang Pengelolaan Sampah Berbasis Desa, Tabanan Bakal Siapkan Lahan Dilengkapi Incenerator

Pemkab Tabanan melalui Bapelitbang kini sedang merancang program pengelolaan sampah berbasis desa

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Tumpukan sampah di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pemkab Tabanan melalui Bapelitbang kini sedang merancang program pengelolaan sampah berbasis desa.

Artinya sampah akan dikelola di desa secara keseluruhan.

Sebab, program layanan sampah Garbage Startup (GS) online yang sudah direncanakan sebelumnya batal diterapkan karena tak Break Event Point (BEP) atau hanya bisa beberapa pada titik impas.

Tambahan 11 Kasus Positif Covid-19 di Bangli Dipenuhi Generasi Milenial dan Generasi Z

Masuk Bali Bawa Hasil Rapid Test, Pergerakan Penumpang Domestik di Bandara Ngurah Rai Capai 2 Ribuan

"GS online yang dirancang seperti ojek online itu masih belum bisa dilakukan. Karena setelah dilakukan kajian, program tersebut tak BEP. Sehingga dirancang lagi sampah berbasis desa yang nantinya pengelolaan sampah akan dilaksanakan seluruhnya di desa masing-masing. Kemudian residunya akan dibawa ke TPA," jelas Kepala Belitbang Tabanan Ida Bagus Wiratmaja, Jumat (17/7/2020).

Wiratmaja melanjutkan, sistem pengelolaan sampah di desa ini harus dibuatkan TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) terlebih dahulu.

Namun TPS 3R yang dibuat tidak harus ada di masing-masing desa, tetapi dibangun sesuai dengan volume sampah.

Pemprov Bali Kerahkan ASN Serap Hasil Pertanian Lokal di Pasar Pangan Murah, Pindang Paling Diminati

New Normal di Bali, Bisnis Gadai Mulai Menggeliat

"Jadi nanti sampah tersebut diolah di desa dan sebelumnya harus disiapkan TPS 3R tersebut. Penyediaannya (TPS 3R) tidak di masing-masing desa, namun disesuaikan dengan volume sampah yang ada di wilayah tersebut," katanya.

Untuk mendukung programnya, kata dia, pihaknya di Pemkab Tabanan kini tengah mempersiapkan lahan sesuai yang dibutuhkan yakni sekitar 1-1.5 hektare untuk perluasan TPA Mandung di Kecamatan Kerambitan.

Nantinya tempat tersebut akan fokus mengelola sampah plastik karena akan dilengkapi incenerator juga.

"Semoga nantinya bisa berfungsi maksimal, minimal sampah yang dibakar bisa sampai 5 truk per harinya," harapnya sembari melontarkan, eksekusi program tersebut kemungkinan dilakukan tahun 2021.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved