Breaking News:

Pastikan Daging Kurban Layak Dikonsumsi, Dinas Pertanian dan Pangan Badung Akan Turunkan Tim Khusus

Guna memastikan sapi yang dipotong masyarakat untuk kurban aman dan layak dikonsumsi, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menyiapkan tim khusu

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Pemkab Badung
Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Guna memastikan sapi yang dipotong masyarakat untuk kurban aman dan layak dikonsumsi, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menyiapkan tim khusus saat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada Jumat (31/7/2020) mendatang.

Tim yang ditunjuk Dinas pertanian dan pangan itu pun nantinya bertugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, sehingga aman dikonsumsi masyarakat.

Selebihnya juga memastikan sapi yang dipotong benar-benar sehat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, mengatakan untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban, pihaknya menerjunkan tim khusus yang masuk di dalamnya berasal dari Fakultas kedokteran Unud.

Berbahaya dan Rawan Longsor, Penataan Tebing di Tapal Batas Klungkung-Gianyar Dilanjutkan

Bek Bali United Leonard Tupamahu Jalani Swab Test, Rasanya Sedikit Perih, Berharap Hasilnya Negatif

Pemasaran Produk IKM di Bali Didorong Gunakan Platform Digital, Soroti Soal Kepercayaan Konsumen

Pihaknya mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban rutin dilakukan saat Hari Raya Idul Adha.

"Hal ini kita lakukan demi memastikan daging sapi dari hewan kurban aman dikonsumsi. Sama seperti Idul Adha tahun lalu, kami juga menyiapkan petugas untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban," katanya Senin (27/7/2020).

Pihaknya mengatakan pemeriksaan tahun lalu dengan sekarang hampir sama, hanya saja petugas yang diturunkan tidak sebanyak tahun lalu hingga 33 dokter dan 100 mahasiswa dari Unud.

Namun, sekarang hanya menurunkan 39 dokter hewan dan 13 petugas kecamatan dan didukung 24 mahasiswa Kedokteran Hewan dari Unud.

"Dalam pemeriksaan hewan kurban, ada dua tahapan pemeriksaan yakni antemortem dan postmortem. Pemeriksaan antemortem ini untuk melihat ciri-ciri fisik apakah hewan tersebut dalam kondisi sakit atau tidak. Bila petugas menemukan hewan kurban memiliki gejala sakit, maka petugas akan menyarankan untuk tidak dipotong. Intinya pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum hewan kurban dipotong," jelasnya.

Kisah Puspawati Dirikan Yayasan Sehati Bali, Buat Anak Bisa Makan Sendiri Seperti Menamatkan Sarjana

Komunitas Moge Daywalker HD Group Bagikan Ratusan Paket New Normal di Pasar Pancasari

Keberatan Tanah Teba Disertifikasi Desa, Sejumlah Krama Jero Kuta Pejeng Terancam Sanksi Adat

Kemudian, untuk pemeriksaan berikutnya adalah pemeriksaan postmortem.

Pemeriksaan ini menurutnya setelah hewan dipotong petugas langsung melakukan pemeriksaan postmortem.

Pemeriksaan ini biasanya berupa pemeriksaan organ dalam, seperti hati, limpa, paru, ginjal, dan jantung.

"Jadi untuk pemeriksaan, petugas akan turun sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Rencana mulai turun ke lapangan 30 Juli 2020 untuk pemeriksaan antemortem dan tanggal 31 Juli sampai dengan 2 Agustus 2020 untuk pemeriksaan postmortem," paparnya.

Bupati Anas Dorong Warga Bikin Kebun Hidroponik di Pekarangan Rumah

Bocah 7 Tahun Gagalkan Pencurian, Pelaku Pencurian Babak Belur Dihajar Massa

Lebih lanjut, mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Badung itu, dalam pemeriksaan hewan kurban petugas tetap akan memperhatikan protokol kesehatan sesuai saran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Badung.

"Tentu saja kami juga tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik bagi petugas maupun masyarakat," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved