Breaking News:

Berbahaya dan Rawan Longsor, Penataan Tebing di Tapal Batas Klungkung-Gianyar Dilanjutkan

Di tengah pandemi Covid-19, proyek penataan tebing di tapal batas Klungkung-Gianyar di Desa Tusan, Banjarangkan, Klungkung, Bali tetap dilanjutkan.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Suasana di tapal batas Klungkung-Gianyar di Desa Tusan, Banjarangkan, Senin (27/7/2020). Karena rawan longsor, penataan tapal batas di lokasi itu tetap dilanjutkan. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Di tengah pandemi Covid-19, proyek penataan tebing di tapal batas Klungkung-Gianyar di Desa Tusan, Banjarangkan, Klungkung, Bali tetap dilanjutkan.

Hal ini karena wilayah itu rawan longsor, dan berbahaya jika tidak segera dilakukan penataan

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPRKP) Klungkung, Anak Agung Duarasona menjelaskan, penataan tebing itu menghabiskan anggaran sampai Rp1,5 miliar.

Saat ini proyek fisik tersebut sudah dalam proses tender di Bagian Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Klungkung.

"Itu sudah berproses. Penataannya kali ini berkaitan dengan penguatan tebing yang rawan longsor," jelas Duarasona.

Tebing di perbatasan Klungkung dan Tusan tersebut selama ini sangat rawan longsor.

Bahkan dalam beberapa kejadian, saat musim hujan tebing di ruas jalan itu bisa longsor dan menutup badan jalan.

Pemasaran Produk IKM di Bali Didorong Gunakan Platform Digital, Soroti Soal Kepercayaan Konsumen

Bek Bali United Leonard Tupamahu Jalani Swab Test, Rasanya Sedikit Perih, Berharap Hasilnya Negatif

Komunitas Moge Daywalker HD Group Bagikan Ratusan Paket New Normal di Pasar Pancasari

Sementara pada penataan tapal batas sebelumnya, ada beberapa bagian tebing yang belum disender.

Jika longsor, ini bisa saja merusak tapal batas yang telah dibangun.

“Jadi tujuannya untuk mengantisipasi longsor agar dinding penahan tanahnya menyatu dari atas ke bawah,” ungkap Duarasoma.

Terkait dengan lahan yang dimanfaatkan untuk penataan itu, menurut Duarasona pembebasan lahan untuk sudah rampung pada penataan tahap pertama di tahun 2019.

Bupati Anas Dorong Warga Bikin Kebun Hidroponik di Pekarangan Rumah

Awalnya Menolak, Madura United Kini Siap Ikut Lanjutan Liga 1 2020, Ini Syaratnya

Pengacara Djoko Tjandra Anita Kolopaking Tak Gentar Walau Dicekal: Siap Dong, Allah Penolong Saya

“Sekarang melanjutkan yang di atasnya dan tidak ada mengambil lahan ke yang lain lagi,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana menjelaskan, pembebasan lahan di lokasi penataan sudah rampung saat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menemui pemilik lahan.

Luasan tanah milik warga itu sekitar 7 are, dan dimiliki oleh 2 orang pemilik. Saat ini pun sertifikatnya sudah berproses.

"Warga bersedia lahannya ditata, karena itu juga rawan longsor. Denhan ditata dan disender, warga juga yang diuntungan sehingga lahan mereka diatas tebing juga aman," ungkap Kirana. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved