Breaking News:

Dituntut 15 Tahun Penjara Karena Bawa 100 Butir Ekstasi, Dindin Ajukan Pembelaan

Dindin sendiri berhasil diamankan petugas kepolisian beserta barang bukti berupa ekstasi warna ungu berbentuk granat sebanyak 18 butir atau seberat

Tribun Bali/Putu Candra
Dindin menjalani sidang virtual dari Lapas Kerobokan. Ia dituntut 15 tahun penjara, karena menguasai 100 butir pil ekstasi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Raut wajah Dindin Saepudin (32) seketika berubah saat mengetahui dirinya dituntut 15 Tahun Penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas ini seolah tak percaya akan dituntut tersebut.

Dalam sidang tuntutan yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (28/7/2020), Dindin dinyatakan terbukti terkait tindak pidana peredaran narkotik jenis ekstasi.

Dindin sendiri berhasil diamankan petugas kepolisian beserta barang bukti berupa ekstasi warna ungu berbentuk granat sebanyak 18 butir atau seberat 3,79 gram netto.

Kisah Bayi Alami Jantung Bocor yang Dirawat Sang Nenek, Ayah ODGJ dan Ibu Pulang ke Rumah Bajang

Koster Keluarkan Syarat bagi Wisatawan Nusantara ke Bali, Wajib Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Posisi Bill Gates sebagai Orang Terkaya Kedua Dunia Semakin Kokoh, Berapa Total Hartanya Sekarang?

 Juga ekstasi warna oranye kode WB sebanyak 82 butir dengan berat 28,73 gram netto.

Menanggapi tuntutan yang diajukan jaksa, Dindin yang menjalani sidang dari Lapas Kelas IIA Kerobokan menyerahkan sepenuhnya kepada tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar.

Kepada majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja, tim penasihat hukum pun menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis.

"Mohon waktu satu minggu, Yang Mulia. Kami akan mengajukan pembelaan tertulis," ujar anggota penasihat hukum terdakwa.

Sementara itu dalam surat tuntutannya, Jaksa Ida Ayu Ketut Sulasmi menyatakan, bahwa terdakwa terdakwa kelahiran Bandung, Jawa Barat, 31 Desember 1987 ini telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawam hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Sebagaimana dakwaan, Dindin dinilai melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik, sebagaimana dakwaan kedua jaksa penuntut.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved