Breaking News:

Setelah 33 Tahun Mangkrak, Dewan Sidak Kelanjutan Proyek LC Sanggulan

Rombongan Komisi II DPRD Tabanan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Land Consolidaton (LC) Sanggulan di Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Kamis

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Rombongan Komisi II DPRD Tabanan saat melakukan kunjungan lapangan ke kawasan LC Sanggulan di Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (30/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Rombongan Komisi II DPRD Tabanan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Land Consolidaton (LC) Sanggulan di Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Kamis (30/7/2020).

Secara umum, para anggota dewan ingin memastikan bahwa penataan alias pembangunan di kawasan yang sudah mangkrak sejak 33 tahun yang lalu bisa berjalan dengan baik tanpa ada masalah.

Penataan kawasan LC Sanggulan seluas 74,31 hektare ini nantinya akan dibangun perumahan, perkantoran, dan lainnya.

Artinya akan menjadi bagian dari kawasan perkotaan.

"Kita sudah cek di BPN dan Banjar/Desa bahwa ini memang sudah ada kesepakatan di masyarakat untuk penataan baik itu tanahnya, jalan, serta lainnya. Kami juga sudah ngecek, di masyarakat untuk sementara tidak ada keberatan juga," ujar Anggota Komisi II DPRD Tabanan, Putu Gede Desta Kumara di lokasi, Kamis (30/7/2020).

Santika Indonesia Hotels dan Resosrts: Selamat Datang Kembali di Bali, Kami Siap Menyambut Anda

Update Covid-19 di Bali, 30 Juli 2020: 77 Orang Sembuh, 50 orang Tambahan Pasien Positif

Tertutup Rapat 14 Hari karena Pegawai Terinfeksi Covid-19, Ruangan di Pemkab Klungkung Didesinfeksi

Desta bersama rombongan lainnya, menegaskan agar penataan LC Sanggulan ini agar berjalan sesuai rencana dan tak timbul masalah ke depannya.

"Intinya kita memastikan, untuk penataan LC Sanggulan ini agar memperhatikan irigasi dan fasum serta fasos di sini nantinya. Sehingga jangan sampai timbul permasalahan, apalagi kawasan ini baru berjalan setelah 33 tahun tak berjalan," tegasnya.

Sementara itu, Asisten I Sekda Tabanan, I Wayan Miarsana yang mendampingi kunjungan anggota dewa tersebut menyatakan, untuk penataan LC Sanggulan ini merupakan swadaya masyarakat.

Kemudian, terkait pemotongan 20 persen adalah kesepakatan antara masyarakat dengan pihak ketiga sebagai penata kawasan ini.

UPDATE, Pasien Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Sembilan Orang

Wabup Kembang: Guru Boleh Menggunakan Dana BOS Reguler untuk Beli Kuota Internet

20.000 Benih Ikan Nila Disebar di Subak Wilayah Penatih Denpasar

"Jadi untuk menyelesaikan penataan ini ada kesepakatan dari masyarakat untuk memberikan 20 persen. Intinya masyarakat ingin LC Sangulan ini memiliki fasum dan fasos yang layak sesuai aspirasi tersebut dengan memberikan 20 persen dari lahan tersebut," katanya.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved