Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Ini Kata Menko Airlangga Terkait Penanganan Covid-19 di Bali

“Kalau lihat tingkat kesembuhan di Bali di atas Nasional yaitu 79 persen, sedangkan DKI Jakarta 74 persen, dan Nasional 71 persen.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menko bidang Perekonomian saat memberikan keterangan usai menghadiri kegiatan Naker Tanggap Covid-19 Tahun 2020 di BNDCC Nusa Dua. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Dalam Penanganan Covid-19, Indonesia berhasil meningkatkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19, sehingga per tanggal 11 September tingkat kesembuhan sebesar 71,21 persen.

Tercatat sebanyak 20 provinsi memiliki persentase tingkat kesembuhan di atas rata-rata nasional.

“Kalau lihat tingkat kesembuhan di Bali di atas Nasional yaitu 79 persen, sedangkan DKI Jakarta 74 persen, dan Nasional 71 persen.

Juga dari tingkat mortalitinya Nasional berada di 4,1 persen sementara Bali 2,1 persen. Sehingga dengan demikian Bali sebetulnya penanganan Covid-19 baik,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sabtu (12/9/2020) di BNDCC The Nusa Dua usai menghadiri kegiatan Naker Tanggap Covid-19 2020.

Pemerintah Dorong Peningkatan Kapasitas Tenaga Kerja di Tengah Pandemi Melalui BLK Komunitas

Jokowi Beda Pendapat dengan Anies Baswedan Soal Penanganan Covid-19 melalui PSBB

Masuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Kemenparekraf Gelar Gerakan BISA di Tiga Destinasi Wisata di Bali

Ia menambahkan walaupun dalam minggu-minggu terakhir ada kenaikan (kasus positif) tapi tingkat fasilitas pelayanan kesehatannya cukup untuk di Bali.

Selain itu, secara nasional kapasitas fasilitas kesehatan masih memadai.

Hal ini tercermin dari tingkat keterisian tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU pada Rumah Sakit (RS) rujukan di 8 provinsi prioritas.

Dari seluruh tempat tidur yang ada di ruang ICU, rata-rata tingkat keterisian sebesar 46,11 persen.

Sementara dari seluruh tempat tidur yang ada di ruang isolasi rata-rata tingkat keterisian sebesar 47,88 persen.

Dengan tingkat keterisian masih di bawah 50 persen artinya ketersediaan tempat tidur masih sangat cukup.

Pihaknya juga berencana menanggung biaya pemanfaatan hotel bintang 2 dan hotel bintang 3 untuk tempat isolasi pasien Covid-19.

“Tadi Pak Gubernur menyampaikan punya kapasitas untuk hotel bintang dua dan bintang tiga cukup fasilitasnya dan itu sudah diantisipasi. Beberapa daerah sudah melakukan hal yang sama dan ini juga akan didorong untuk digunakan,” imbuh Menko Airlangga.

“Sulawesi Selatan sudah melakukan itu, sebagian Jawa Tengah dan di DKI Jakarta pun ada juga. Jumlahnya nanti besar kapasitas hunian hotel bintang dua dan tiga,” sambungnya.

Kamar hotel itu akan digunakan untuk perawatan Orang Tanpa Gejala (OTG) atau pun pasien Covid-19 yang akan sembuh atau menunggu hasil swab test-nya negatif.

Puluhan Masa Kembali Geruduk Kantor Gubernur Bali, Tolak Tambang Pasir Laut

234 Duktang Terdata di Terunasari Desa Dauh Puri Kaja Denpasar, Turut Kampanyekan Protokol Kesehatan

Antisipasi Tertular Virus Corona, Pemain dan Pelatih Bali United Tes Covid-19 Setiap Minggu

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved