Breaking News:

Dinas PKP Bangli Melakukan Pemeriksaan, Tidak Ditemukan Adanya Penyakit Pada Babi di Bangli

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli lakukan pemeriksaan Ante Mortem dan Post Moetem terhadap babi yang hendak disembelih.

Istimewa
Petugas Dinas PKP Bangli ketika melakukan pemeriksaan ante mortem di wilayah Banjar Gunaksa, Bangli. Selasa (15/9/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Belasan petugas Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli ditugaskan jelang hari raya Galungan.

Mereka melakukan pemeriksaan Ante Mortem dan Post Moetem terhadap babi yang hendak disembelih.

Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma mengatakan, untuk pemeriksaan Ante Mortem dan Post Mortem pihaknya melibatkan sebanyak 16 orang yang merupakan dokter hewan dan tenaga pembantu dokter hewan.

Seluruhnya dibagi ke empat kecamatan, mulai Senin (14/9/2020) hingga Selasa (15/9/2020).

Dua Paslon Belum Memenuhi Syarat, KPU Kota Denpasar Beri Waktu Tiga Hari Perbaikan

Program Subsidi Upah Rp 600 Ribu bagi Tenaga Honorer, Ini Penjelasan Lengkapnya

Menko Marves Luhut Pimpin Rakor Penanganan Covid-19 Jatim-Jateng

Sarma mengatakan, metode pemeriksaan dilakukan secara sampling.

Hal ini mengingat dalam satu banjar terdapat lebih dari 10 tempat pemotongan hewan.

"Ini kan beda dengan hari raya Idul Adha. Kalau hari raya Idul Adha tempat pemotongannya terkonsentrasi di dua tempat. Kalau ini kan tersebar," ucapnya.

Dijelaskan, pemeriksaan Ante Mortem dan Post Mortem bertujuan untuk melihat kondisi hewan terutama babi, baik bagian luar sebelum penyembelihan maupun bagian dalam setelah penyembelihan. Apakah ada penyakit atau kelainan tertentu.

Sarma mengatakan, pada babi penyakit yang biasanya banyak ditemukan adalah beberasan.

Ini merupakan telur cacing pita, yang biasanya ditemukan pada bagian usus dan daging babi.

Dalam hal ini, lanjut Sarma, masyarakat pada umumnya sudah biasa dan paham.

Sehingga bilamana ditemukan telur cacing, maka bagian usus ataupun daging tidak akan dikonsumsi.

"Dampaknya jika tidak sengaja terkonsumsi, maka orang yang bersangkutan bisa tertular cacing pita. Namun pada hasil uji sampel hari ini, tidak ditemukan laporan terhadap suatu penyakit tertentu," tandasnya. (*).

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved