Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Termasuk Denpasar, 20 Persen Masyarakat di Bali Percaya Tak Akan Kena Covid-19

Sebanyak 20 persen masyarakat Bali disebutkan percaya tak akan kena Covid-19. Beberapa masyarakat ini, di antaranya berasal dari Kota Denpasar.

Tayang:
Istimewa
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sebanyak 20 persen masyarakat Bali disebutkan percaya tak akan kena Covid-19.

Beberapa masyarakat ini, di antaranya berasal dari Kota Denpasar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat diwawancarai Sabtu (17/10/2020) siang.

Baca juga: Operasi Yustisi Covid-19 di Kota Denpasar, 6 Orang Terjaring Melanggar Protokol Kesehatan

Baca juga: Terdampak Covid-19, PAD Bali Tahun Anggaran 2021 Turun Rp 529 Miliar

Baca juga: Kemdikbud Luncurkan Program Mengajar Dari Rumah Batch II, Mahasiswa Bisa Ikut Jadi Relawan

Dewa Rai menambahkan, data ini adalah survei dari BNPB.

“Survei yang dilakukan BNPB pusat, 20 persen masyarakat Bali yang percaya tidak akan terkena Covid-19. Sehingga ada sebagian merupakan masyarakat Kota Denpasar,” kata Dewa Rai.

Ia menduga, penyebab dari hal ini karena mereka merasa kebal dari virus.

Kedua karena mereka mempertanyakan apakah Covid-19 ini ada atau tidak.

Baca juga: Kemdikbud Luncurkan Program Mengajar Dari Rumah Batch II, Mahasiswa Bisa Ikut Jadi Relawan

Baca juga: Gubernur Koster Apresiasi Peran OJK Bali Bersinergi dengan Pemda Dalam Menjaga Perekonomian Bali

Baca juga: Perekonomian Domestik Perlahan Naik, Kemenparekraf Siapkan Program Diskon Pariwisata

“Ada juga dikarenakan campaign yang mengatakan Covid-19 ini konspirasi, maka mereka tidak percaya dengan Covid-19,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengaku akan terus mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Sosialisasi, hingga pelaksanaan sidak pun akan terus digencarkan.

Pihaknya khawatir, dengan adanya masyarakat yang tidak percaya dengan Covid-19 ini akan membuat pihaknya sulit memutus penyebaran Covid-19.

Baca juga: 7 September - 15 Oktober 2020, 425 Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 Terjaring Operasi Yustisi

Baca juga: Tingkat Pelanggaran Operasi Yustisi Covid-19 Warga Denpasar Mulai Menurun

Baca juga: Soal Pembubaran Tim Akibat Kompetisi Liga I Indonesia Belum Jelas, Ini Jawaban Yabes Tanuri

Apalagi Kota Denpasar saat ini masih masuk ke dalam zona merah Covid-19.

Hal ini karena kasus masih sangat tinggi yang dibarengi dengan angka kematian yang juga terjadi hampir setiap hari belakangan ini.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved