Breaking News:

178 Akomodasi Pariwisata di Tabanan Lulus Persyaratan Sementara untuk Terima Dana Hibah dari Pusat

Namun jumlah tersebut masih diprediksi bergerak terus dan pihak Pemkab Tabanan masih melakukan verifikasi data penerima.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan, Dewa Ayu Sri Budiarti (kiri) didampingi Sekretaris Bakeuda, Ni Wayan Mariati (kanan) berkoordinasi terkait hibah pariwisata dari pusat di kantornya, Kamis (22/10/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebanyak 178 akomodasi pariwisata seperti hotel dan restoran di Tabanan yang memenuhi syarat dan berpeluang memperoleh hibah pariwisata dari pemerintah pusat.

Namun jumlah tersebut masih diprediksi bergerak terus dan pihak Pemkab Tabanan masih melakukan verifikasi data penerima.

Di Tabanan sendiri memperoleh Rp 7,44 Miliar lebih untuk stimulus pelaku pariwisata.

Dari jumlah hibah yang didapat Rp 7,4 miliar lebih ini, terbagi menjadi beberapa item dengan persentase yang telah ditetapkan.

Baca juga: Wamen LHK Kunjungi Lokasi Pembangunan Embung di Sanur, Anggaran Rp 70 Miliar dan Dibangun 2021

Baca juga: Beri Semangat, Kapolres Badung Kunjungi Anggotanya yang Sedang Sakit

Baca juga: Sinergi PLN dengan Kementerian ATR/BPN dan KPK, 6.500 Aset Senilai Rp 2,5 Triliun Berhasil Diamankan

Sebanyak 70 persen diperuntukan untuk akomodasi pariwisata, 28,5 persen untuk kegiatan pariwisata yakni diberikan ke Desa Wisata yang sudah resmi memiliki SK, dan 1,5 persen untuk kegiatan monitoring, pembinaan dan pelaksanaan APIP (Aparat Pengawasan Interent Pemerintah).

"Total ada 488 akomodasi pariwisata di Tabanan, tapi yang sudah memenuhi syarat baru 178 saja.

Namun jumlah tersebut masih diprediksi bergerak karena masih proses verifikasi," kata Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan, Dewa Ayu Sri Budiarti, Kamis (22/10/2020).

Dia menjelaskan, hibah yang diberikan pusat melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan stimulus bagi pelaku pariwisata ditengah pandemi Covid-19. Kemudian dari jumlah yang diperoleh tersebut dibagi menjadi tiga bagian.

Diantaranya, 70 persennya itu untuk pelaku pariwisata, 30 persen di bagi lagi 28,5 persen untuk kegiatan pariwisata karena dari bagain ini akan diperuntukkan oleh Desa Wisata, dan 1,5 persennya untuk monitoring, pembinaan dan pelaksanaan APIP.

"Jadi penjelasan itu sesuai dengan sosialiasi yang diikuti di Tanggerang kemarin," katanya.

Sri Budiarti melanjutkan, ada empat kriteria yang harus dipenuhi bagi pelaku usaha untuk masuk sebagai penerima hibah tersebut.

Pertama, melunasi seluruh pajak di tahun 2019 artinya tidak ada ngutang pajak, kedua pelaku usaha wajib masih buka sampai dengan Agustus 2020 meskipun selama buka ini terdampak pandemi, ketiga, wajib menyerahkan bukti setoran pajak dari Januari-Desember 2019, dan keempat wajib terdaftar pada (TDUP) Tanda Daftar Usaha Pariwisata.

Kemudian, kata dia, setelah dilakukan verifikasi data sementara, berdasarkan data base wajib pajak tahun 2019, dari 448 hotel dan restoran yang sudah memenuhi syarat sebanyak 178.

"Tapi data ini masih bergerak, jika sudah ada penetapan SK dari Bupati baru datanya akan valid. Tim kami jjha masih terus melakukan koordinasi dan konfirmasi me Dinas Perijinan.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Denpasar Bertambah 20 Orang, 17 Pasien Sembuh, Dewa Rai Imbau Warga agar Patuhi 3M

Baca juga: Janda Muda Berduaan dengan Driver Taksi Online di Mobil, Mantan Suami Lakukan Aksi Tak Terduga

Baca juga: Vaksinasi Hewan Penyebar Rabies Baru 7.75 Persen, Pemkab Buleleng Fokuskan Zona Merah

Meskipun memenuhi syarat secara data base, namun pelaku usaha ini juga wajib untuk melampirkan persyaratan tersebut. Jika tak dilampirkan kemungkinan juga tak memperoleh hibah tersebut," tegasnya.

Disinggung mengenai perhitungan perolehan dana hibah atau berapa anggaran yang akan diperoleh pelaku pariwisata, Sri Budiarti menyatakan akan dihitung berdasarkan kontribusi yang diberikan kepada daerah.

Semakin besar kontribusi yang diberikan, dana hibah yang diperoleh juga besar, begitu juga sebaliknya.

"Untuk berapa dapatnya akan disesuaikan dengan kontribusi pelaku pariwisata tersebut," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved