Kunjungan ke Tempat Wisata di Bali pada Akhir Oktober Dibatasi, Maksimal 50 Persen

Akhir Oktober 2020 mendatang, yakni mulai 28 Oktober hingga 1 November 2020, masyarakat berkesempatan untuk menikmati libur yang cukup panjang.

Dokumentasi Pemprov Bali
Foto: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Akhir Oktober 2020 mendatang, yakni mulai 28 Oktober hingga 1 November 2020, masyarakat berkesempatan untuk menikmati libur yang cukup panjang.

Pada 28 dan 30 Oktober 2020, pemerintah memberikan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad Saw yang jatuh pada 29 Oktober 2020.

Sementara 30 Oktober dan 1 November memang bertepatan dengan libur akhir pekan.

Berkaitan dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk menekan terjadinya peningkatan kasus penularan Covid-19, Sekretaris Daerah (Sekda) telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 4253 tahun 2020 tentang Kewaspadaan Kegiatan Libur Panjang dan Cuti Bersama Bulan Oktober 2020 dalam Rangka Menekan Kasus Penularan Covid-19 di Provinsi Bali.

Baca juga: Kisah Ni Wayan Badengwati, Mantan Juara Pencak Silat Dunia yang Jadi Pekerja Serabutan 

Baca juga: Selama Pandemi, Servis Raket Bulutangkis Alami Peningkatan Capai 60 Persen

Baca juga: Mayat Mr X Gegerkan Warga Gunung Soputan Denpasar, Begini Ciri-cirinya

Dalam Surat Edaran itu, pemerintah kabupaten/kota, para pengelola dan pemangku kepentingan di tempat-tempat wisata serta masyarakat wajib untuk meningkatkan kewaspadaan dalam penegakan disiplin protokol kesehatan, termasuk membatasi jumlah kunjungan wisatawan sampai dengan 50 persen dari kapasitas.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa mengungkapkan, pembatasan wisatawan tersebut sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat.

"Kita kan enggak tahu kenapa (maksimal kunjungannya) 50 persen. Nah jadi yang mengkaji itu kan Gugus Tugas Pusat," kata Astawa saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon dari Denpasar, Minggu (25/10/2020).

Baca juga: 5 Zodiak Paling Posesif, Scorpio Membuat Pasangan Selalu Bergantung Padanya

Baca juga: Rahasia Nakagami Raih Pole di MotoGP Teruel 2020

Baca juga: Terakhir Hari Ini, Promo JSM Alfamart 23-25 Oktober 2020, Minyak Goreng Bimoli 2L Rp 25.500

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Tribun Bali, kunjungan maksimal 50 persen di tempat wisata sesuai dengan Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 440/5876/5J tentang Antisipasi Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Dalam poin ke-7 surat edaran tersebut, Pemerintah Daerah diminta untuk mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan agar memiliki protokol kesehatan yang baik, memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak, membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50 persen.

Tak hanya itu, Pemda juga diminta untuk mencegah terjadinya pesta dengan kerumunan terbuka/tertutup yang membuat tidak bisa jaga jarak, termasuk penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Beri Ucapan Selamat Kepada Khabib Nurmagomedov Usai Menangi UFC 254

Baca juga: Lagi, Petugas Sidak Pasar Umum Negara, 13 Orang Kedapatan Lakukan Pelanggaran

Astawa menuturkan, berdasarkan pengalaman yang telah dilalui oleh pihaknya, setiap ada libur panjang selalu terjadi pergerakan orang yang cukup banyak, terutama ke objek wisata.

Oleh karena itu, pergerakan masyarakat ke tempat wisata pada libur dan cuti akhir Oktober 2020 ini agar diatur sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

"Katakanlah di tiket masuk, itu diatur agar bergelombang. Hal-hal seperti itu yang dimaksudkan," jelas pria yang sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved