Pemkab Buleleng Bakal Bangun Mall Pelayanan Publik, di Lantai 3 Didesain Ada Bioskop
Pemerintah Kabupaten Buleleng berencana akan membangun Mall Pelayanan Publik, di Jalan Pramuka, atau lebih tepatnya di samping Polres Buleleng.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Pemerintah Kabupaten Buleleng berencana akan membangun Mall Pelayanan Publik, di Jalan Pramuka, atau lebih tepatnya di samping Polres Buleleng.
Pembangunan ini akan menggunakan dana pinjaman dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sebesar Rp 25 Miliar.
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana pada Kamis (29/10/2020) mengatakan, pembangunan mall pelayanan publik ini merupakan intruksi dari pemerintah pusat untuk mempercepat dan memudahkan masyarakat dalam membuat administasi kependudukan, perizinan dan pajak.
“Kami buat agar terkoneksi dalam satu kantor. Jadi masyarakat tidak perlu lagi keliling, pelayanan yang diberikan juga jadi lebih cepat dan mudah,” ucapnya.
Baca juga: Tidak Bawa Hasil Rapid Test, Penumpang Kapal yang Masuk Bali Diarahkan untuk Tes di Pelabuhan
Baca juga: Papa Kerja Dulu untuk Beli Susu, Ternyata Pulang Dalam Keadaan Mengenaskan
Baca juga: Demi Piala Dunia U20, Kantor Bawaslu Gianyar Bali Dipindah dari Stadion Kapten Dipta
Rencananya, mall pelayanan publik ini akan dibangun di lahan seluas 34 are milik Pemkab Buleleng yang terletak di Jalan Pramuka.
Di mana, bangunannya dirancang berlantai tiga, dan akan dipadukan dengan fungsi hiburan berupa gedung bioskop.
“Lantai tiganya nanti akan didesain ada gedung bioskopnya, jadi Buleleng bisa lebih ramai,” katanya.
Disinggung terkait anggaran, pejabat asal Desa Banyuatis ini mengaku masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Pusat.
Baca juga: 4 Zodiak Paling Tidak Bertanggung Jawab, Pikir-Pikir kalau Ingin Dijadikan Suami
Baca juga: Pelayanan Disdukcapil Bangli Tetap Buka Selama Cuti Bersama, Berikut Jam Operasionalnya
Baca juga: Pelaku Penusukan yang Tewaskan 2 Orang di Gereja Nice Prancis Ditahan, Presiden Gelar Rapat Darurat
Sebab, anggaran yang digunakan rencananya menggunakan dana PEN, sebesar Rp 25 Miliar.
“Kami masih menunggu anggaran PEN dulu. Kalau disetujui pusat ya dibangun, kalau tidak terpaksa di-pending dulu. Mudah-mudahan disetujui, karena mall pelayanan publik ini sangat dibutuhkan,” terangnya.
Seperti diketahui, Pemkab Buleleng akan mengajukan pinjaman dana PEN kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 571 Miliar.
Baca juga: Berikut Hasil Otopsi Mahasiswi yang Tewas Membusuk di Kamar, Kecurigaan Teman-teman Terbukti
Baca juga: Minta Upah Minimum Tetap Naik Tahun Depan, FSPM Bali: Walau Kecil, Itu Apresiasi kepada Buruh
Selain untuk pembangunan mall pelayanan publik, dana pinjaman itu juga akan digunakan untuk rehabilitasi dan pembangunan venue olahraga, pembangunan infrastruktur bidang pekerjaan umum, pengelolaan tanaman pangan, penataan kawasan pariwisata, pembangunan lanjutan Buleleng Command Center, dan rehabilitasi puskemas.
Suradnyana menyebut, dengan adanya peminjaman dana PEN ini, selain untuk menggerakan roda perekonomian di masa pandemi, juga dapat mempercepat pembangunan di Buleleng.
"Selama ini akibat dampak dari pandemi Covid-19 pembangunan mengalami stagnasi. Sehingga dengan adanya PEN ini, kami bisa mempercepat pembangunan di Buleleng, dan juga bisa memberikan manfaat untuk menggerakan roda perekonomian," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rencana-lokasi-pembangunan-mall-pelayanan-publik-di-jalan-pramuka-kecamatan-buleleng.jpg)