Breaking News:

Bali Jadi Daerah Prioritas untuk Uji Coba Bus Listrik

Direktur Utama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), Pande Putu Yasa uji coba bus listrik di Bali akan dimulai dengan dua unit armada.

Dokumentasi Pemprov Bali
Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Direktur Utama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), Pande Putu Yasa di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Rabu (4/11/2020) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali menjadi daerah prioritas untuk melakukan uji coba transportasi umum ramah lingkungan berupa bus listrik.

Peluncuran uji coba bus listrik rencananya dilakukan pada Jumat, (6/11/2020) mendatang bersamaan dengan peluncuran angkutan wisata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Bali.

Direktur Utama Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), Pande Putu Yasa uji coba bus listrik di Bali akan dimulai dengan dua unit armada.

"Saya berharap uji coba ini berhasil sehingga tahun depan Bali bisa mengajukan tambahan armada bus listrik ke pemerintah pusat," kata Pande saat melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Kontrak 29 Pemain Bali United Berakhir 31 Desember 2020, Teco: Semoga Mayoritas Pemain Bertahan

Baca juga: Peduli Lingkungan Hidup, BI Serahkan Mesin Pencacah Sampah ke Desa Kusamba Klungkung

Baca juga: Ikuti Perbup, Dinas Kesehatan Buleleng Turun Tipe dari A ke B

Selain itu, Bali juga disiapkan angkutan-angkutan untuk KSPN di Bali dengan 12 armada yang akan melayani lima rute.

 "Bus KSPN di Bali akan menggunakan warna tridatu sebagai bentuk kearifan lokal serta pramudinya diutamakan putra daerah," kata dia.

Selain melaporkan rencana peluncuran angkutan KSPN dan uji coba bus lstrik, Pande juga menjajaki upaya kerjasama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Bali dalam mengelola angkutan publik secara lebih profesional.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengaku menyambut baik rencana uji coba bus listrik untuk menciptakan lingkungan Pulau Dewata yang bersih dan bebas polusi sesuai dengan visi Nangun Sad Kerthi Loka Bali.

Koster mengatakan, penggunaan bus listrik sesuai dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang telah dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Pergub Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“Bali kan sudah punya peraturan kendaraan listrik dan bahkan yang pertama di Indonesia,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng itu.

Koster menilai, dengan semakin bertambahnya penduduk dan lahan yang semakin sempit, masyarakat harus mulai bergeser ke transportasi publik.

 “Tidak bisa begini terus (menggunakan kendaraan pribadi). Masyarakat harus diberikan pemahaman pentingnya menggunakan transportasi publik,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta dan Perwakilan Perusda Bali itu, Koster berharap transportasi publik bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang serta memberi lapangan pekerjaan kepada putra daerah. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved