Breaking News:

Terbukti Edarkan Sabu dan Ekstasi, Hendrik Akui Pasrah Dibui 13 Tahun

Tidak butuh waktu lama bagi Hendrik Restu Putra Rimin (26) untuk menanggapi putusan pidana yang dijatuhkan majelis hakim.

Istimewa
Hendrik saat menjalani sidang secara virtual dari Lapas Kerobokan beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tidak butuh waktu lama bagi Hendrik Restu Putra Rimin (26) untuk menanggapi putusan pidana yang dijatuhkan majelis hakim.

Terdakwa yang bekerja di bagian engineering ini pun langsung menerima, dan selanjutnya keputusan itu disampaikan tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar.

Dalam persidangan yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, oleh majelis hakim, Hedrik dibui selama 13 tahun, karena terbukti bersalah terkait peredaran sabu dan ekstasi.

Putusan yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan Hakim Esthar Oktavi lebih ringan dua tahun dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Cerita Mistis Hotel Hantu Bedugul, Ini Yang Harus Dilakukan Saat Lewat atau Mendatanginya

Baca juga: Bisnis Ukir Buah untuk Resepsi di Tengah Pandemi, Ketut Alit Terima Banyak Pesanan

Baca juga: Viral di Medsos Dua Bule Duel Layaknya Adegan MMA di Tibubeneng, Ini Dugaan Penyebabnya

Sebelumnya, Jaksa I Made Santiawan melayangkan tuntutan 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair tiga bulan penjara terhadap terdakwa Hendrik.

"Menanggapi putusan itu, terdakwa menerima. Begitu juga jaksa menyampaikan hal yang sama," jelas Aji Silaban selaku penasihat hukum terdakwa.

Sementara itu dalam amar putusan, majelis hakim menyatakan, Hendrik telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah menguasai tiga jenis narkotik golongan I.

Baca juga: Donald Trump Mengamuk di Twitter Merasa Dicurangi, Greta Thunberg Sindir Pedas: Tenang Donald!

Baca juga: Ada Ambulans Khusus Hewan di Jembrana, Seperti Ini Penampakannya

Baca juga: Listibiya Gelar Kesenian Berbasis Kearifan Lokal Menuju Pemajuan Kebudayaan Bali di Era New Normal

Yakni 19 plastik klip berisi sabu seberat 8,16 gram, 3 plastik berisi klip berisi 60 butir ekstasi, serta satu plastik berisi daun batang biji ganja kering seberat 1,13 gram.

Atas perbuatannya, Hendrix dijerat pasal berlapis. Yaitu Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik, dan Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang yang sama.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hendrik Restu Putra Rimin dengan pidana penjara selama 13 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsidair tiga bulan penjara," tegas Hakim Ketua Esthar Oktavi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved