Breaking News:

Penanganan Covid

Cegah Penyebaran Covid-19, Desa Adat Semate Badung Buat Bilik Disinfektan Lengkap dengan Sensor

Bilik disinfektan yang dibuat untuk memastikan krama yang melaksanakan kegiatan tidak terpapar covid-19.

istimewa
Bendesa Adat Semate, I Gede Suryadi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Berbagai upaya dilakukan desa adat Semate, Kecamatan Mengwi dalam melakukan pencegahan penyebaran virus covid-19 di wilayahnya.

Bahkan untuk memperlancar kegiatan adat yang dilaksanakan pihak desa adat membuat bilik disinfektan yang menggunakan sensor.

Bilik disinfektan yang dibuat untuk memastikan krama yang melaksanakan kegiatan tidak terpapar covid-19.

Selain itu pula mewajibkan untuk mengurangi personel di setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Baca juga: Hingga 15 November 2020, Kasus Lakalantas di Jembrana Mengakibatkan 27 Orang Meninggal Dunia

Baca juga: Bupati Suwirta Resmikan Laboratorium PCR RSUD Klungkung, 6 Jam Hasil Tes Swab Sudah Diketahui

Baca juga: Tak Siap Jika Mikhayla Barkrie Mulai Pacaran, Nia Ramadhani Sedih Apa Kita Udah Tua Ya

“Misalnya pernikahan, pasti ada warga dari luar desa adat yang kesini. Sehingga kami manfaatkan bilik desinfektan tersebut.

 Jadi tidak ada petugas yang berjaga, namun secara otomatis bilik itu akan mengeluarkan disinfektan ketika ada orang yang masuk,” jelas Bendesa Adat Semate, I Gede Suryadi, Minggu (15/11/2020).

Ia pun mengaku saat ini, pada proses penyemprotan di bilik tersebut menggunakan bahan berbahan aman yakni biosanitizer. 

Dengan adanya penerapan protokol kesehatan (prokes) semua upacara adat kini tetap dilaksanakan dengan baik.

Upacara berjalan dengan protokol penanganan covid-19, jadi adanya penyemprotan, cek suhu tubuh, cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer,” jelasnya sembari mengatakan wajib menggunakan masker dan jaga jarak.

Setiap adanya upacara agama, selalu dibatasi personel atau warga yang ikut.

Seperti halnya piodalan, proses persembahyangan dilakukan secara bergilir,dan di bagi setiap krama di masing-masing banjar.

“Jadi ada yang sembahyang pagi, siang sore dan malam. Beda kalau dulu, kalau sembahyang selalu malam yang ramai,” bebernya.

Ia menjelaskan, setiap warung yang ada juga disarankan untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Awalnya kami sempat membuat pararem penanganan covid-19, itu waktu awal ada covid-19.

Baca juga: 5 Zodiak yang Paling Pintar Bahagiakan Pasangan, Scorpio Sangat Peka, Gemini Romantis

Baca juga: Perjalanan Cinta Sule dan Nathalie Holscher yang Menikah Hari Ini

Baca juga: Ashanty dan Anang Hermansyah Khawatir dengan Aurel Hermansyah, Azriel Desak Kakaknya Segera Menikah

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved