Faktor Risiko, Tanda dan Gejala Morning Sickness
Kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan. Walaupun tidak membahayakan ibu dan janin, morning sickness dapat
Penulis: Noviana Windri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan.
Walaupun tidak membahayakan ibu dan janin, morning sickness dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari.
Dokter spesialis kandungan, dr. Sofani Munzila, Sp.OG menjelaskan morning sickness juga disebut Emesis gravidarum atau nausea gravidarum (NVP) adalah gejala mual biasanya disertai muntah yang umumnya terjadi pada awal kehamilan.
Baca juga: Terkait Hibah Pariwisata di Badung, Ada yang Menerima hingga Rp 16 Miliar dan Terkecil Rp 82 Rupiah
Baca juga: Jerinx 1,2 Tahun Penjara, ICJR: Putusan Hakim Ini Jelas Berbahaya Bagi Iklim Demokrasi di Indonesia
Baca juga: Ini Sosok Marsda TNI Mohamad Tony Harjono, Mantan Ajudan Presiden Jokowi yang Baru Naik Pangkat
Gejala ini biasanya timbul di pagi hari dengan frekuensi yang akan menurun setiap harinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.
"Biasanya mulai pada minggu ke-6 sampai ke-14. Hingga saat ini penyebab morning sickness belum diketahui secara pasti. Namun perkiraan beberapa penyebab yang timbul gejala ini antara lain karena meningkatnya kadar hormon esterogen dalam tubuh, meningkatnya kadar hormon hCG, meningkatnya sensitivitas terhadap bau, dan peningkatan kadar bilirubin," terangnya dalam webinar 'How To Deal with Mprning Sickness' yang digelar oleh KECC, Kamis (19/11/2020).
Baca juga: Selama Tiga Bulan, Pemkot Denpasar Kumpulkan Rp 48,1 Juta dari Hasil Denda Masker
Baca juga: Pernah Mengalami Mimpi Tersesat? Simak Artinya Berikut
Baca juga: Ruang Kelas SDN 7 Tianyar Barat Rusak Parah,Disdikpora Karangasem Usulkan Anggaran Perbaikan di 2021
Selain perubahan hormonal, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko wanita hamil mengalami morning sickness, di antaranya mengandung atau hamil anak pertama, mengalami morning sickness di kehamilan sebelumnya, mengandung anak kembar, memiliki anggota keluarga yang mengalami morning sickness saat hamil, sering mengalami mabuk perjalanan, serta penyakit dan kondisi lain, seperti stress, obesitas, penyakit hati, dan gangguan kelenjar tiroid.
Adapun tanda dan gejala morning sickness antara lain mual, kehilangan nafsu makan, muntah, efek prikologis, misal depresi dan kecemasan.
Baca juga: Upacara Ngaben Bikul di Badung Diperkirakan Habiskan Anggaran Rp 250 Juta Lebih
Baca juga: Fraksi Golkar DPRD Bali Minta Anggaran Sektor Pertanian Dinaikkan Minimal 5 Persen dari APBD
"Berbagai gejala ini biasanya muncul sejak awal mengandung dan akan membaik di minggu ke-12 kehamilan dan kondisi ini mungkin akan terus muncul selama kehamilan," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/webinar-how-to-deal-with-morning-sickness-yang-digelar-oleh-kecc.jpg)