Breaking News:

Corona di Bali

Penanganan Penyakit Lupus di RSUP Sanglah di Tengah Pandemi Covid-19

Penyakit Lupus yang istilah medis dikenal sebagai penyakit systemic lupus erythematosus merupakan salah satu penyakit inflamasi autoimun sistemik

Kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Penyakit Lupus yang istilah medis dikenal sebagai penyakit systemic lupus erythematosus merupakan salah satu penyakit inflamasi autoimun sistemik dengan penyebab yang belum diketahui serta manifestasi klinik, perjalanan penyakit dan prognosis yang beragam. 

Sistem kekebalan tubuh (imun) pada penyakit lupus terjadi gangguan dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh, di mana sistem ini justru menyerang tubuh penderitanya sendiri.

Baca juga: Kabar Terbaru Kondisi Kiper Timnas U-19 Indonesia yang Dicoret Shin Tae-yong

Baca juga: Akselerasi Kendaraan Bermotor Listrik, PLN Teken MoU dengan Hyundai, Wuling, GESITS dan Grab

Baca juga: Pengembalian SPDP Kasus Dugaan Manipulasi di Banjar Delod Peken, Polda Bali Sebut Kasus Masih Proses

Di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, tentu penderita penyakit lupus lebih riskan untuk terkena Covid-19.

Menurut penjelasan dari dr. Dr. Gede Kambayana, SpPD-KR FINASIM yang selaku Divisi Reumatologi Departement atau KSM Penyakit Dalam FK UNUD RSUP Sanglah mengatakan, hal ini bisa terjadi karena penderita Lupus mengalami gangguan dalam sistem kekebalan tubuh, penderita lupus juga minum obat yang sifatnya menekan sistim kekebalan tubuh dan penderita lupus juga umumnya sudah terjadi kerusakan beberapa organ penting seperti misalnya ginjal. 

"Di samping itu, infeksi Covid-19 (virus) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan aktifnya penyakit lupus. Namun demikian, belum ada cukup bukti untuk mengatakan kalau lupus merupakan salah satu co morbid yang memperberat Covid-19, katanya pada, Sabtu (21/11/2020). 

Baca juga: Ikatan Guru di Bali Sambut Rencana Mendikbud Buka 1 Juta Formasi Guru PPPK/P3K, Sebut Perjuangan IGI

Baca juga: Nikita Mirzani Hingga Vanessa Angel Singgung Kesehatan Rizieq Shihab yang Disebut Kelelahan 

Baca juga: Bukan Hanya Makanan, Berikut 5 Penyebab Utama Berat Badan Naik

Sementara, untuk pengobatan lupus di tengah pandemi Covid-19, pihak kedokteran harus membedakan antara penderita lupus yang terinfeksi Covid-19 atau tidak terinfeksi Covid-19

Pada prinsipnya penanganan penderita lupus yang terinfeksi Covid-19 harus ditentukan berat ringannya infeksi Covid-19, jika hanya infeksi ringan penanganannya sama dengan penanganan pasien lupus pada umumnya, tetapi kalau infeksinya berat maka akan membutuhkan penanganan khusus, beberapa obat penekan sistem kekebalan tubuh harus disesuaikan baik dari jenis maupun dosisnya. 

Baca juga: Selain Uang dan Emas, Berikut Jenis Arisan Masa Kini yang Bisa Kamu Coba

Baca juga: Tips Bikin Sayur Sop Seenak Buatan Warteg, Perhatikan Cara Membuat Kaldu dan Urutan Memasukkan Sayur

Baca juga: Ini Jadwal Belajar dari Rumah di TVRI 21 November 2020, Ada Acara Podbox: Musik dan Aktivisme

"Di RSUP Sanglah denpasar, sampai saat ini sudah merawat 6 orang pasien lupus, dari seluruh pasien lupus yang terinfeksi Covid-19, 4 orang tergolong berat dan 2 orang dinyatakan infeksi Covid-19 ringan," sambungnya. 

Ia juga menambahkan seluruh pasien lupus yang dirawat tidak ada yang meninggal, perbedaan dalam perawatan terlihat dari lamanya perawatan, yang berat memerlukan perawatan yang lebih lama.

Untuk penanganan penderita penyakit lupus yang tidak terinfeksi Covid-19 sama saja dengan masyarakat umum lainya, yang paling penting ditekankan menghindari kontak atau paparan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehataan.

Baca juga: Hemat dan Jujur, Ini Perjalanan Hidup Lahir Sabtu Umanis Medangkungan

Baca juga: Sampah ke TPA Sarbagita Suwung Mencapai 1.150 Ton per Hari, Bali Rencanakan Bangun PSEL

"Sedangkan untuk meningkatkan atau istilah di penyakit autoimun menormalkan sistem kekebalan tubuh harus diusahakan seoptimal mungkin dengan cara, istirahat/tidur yang cukup, makan makanan yang sehat, menghindari stress, menghindari paparan sinar matahari dan control ke dokter lebin intens agar obat penekan sistem imun yang dikonsumsi seminimal mungkin yang mampu mengontrol sistim kekebalan tubuh optimal," tandasnya. (*) 

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved