Bengkel Kembali Lepasliarkan Tyto Alba, Tyto Alba Efektif Basmi Hama Tikus 

Seekor burung hantu jenis tyto alba kembali dilepasliarkan di Subak Bengkel, Tabanan

Desa Bengkel
Suasana saat seekor burung hantu jenis tyto alba dilepasliarkan di Subak Bengkel, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu (25/11/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seekor burung hantu jenis tyto alba kembali dilepasliarkan di Subak Bengkel, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Rabu (25/11/2020).

Total hingga saat ini ada empat ekor burung hantu yang dilepaskan di subak tersebut.

Sebab, keberadaan tyto alba yang merupakan predator alamai tikus ini dirasa lebih efektif dalam hal membasmi hama tikus yang kerap menyerang lahan pertanian di Tabanan khususnya Desa Bengkel.

Perbekel Bengkel, I Nyoman Wahya Biantara menceritakan, serangan hama tikus di Subak Bengkel yang memiliki luas 300 hektare lebih kerap diserang oleh hama tikus.

Baca juga: Sekda Badung Adi Arnawa Buka Rakor TPID Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali 

Baca juga: Warga Sepakat Hitung Ulang Nilai Bangunan RSS Lingkungan Kayubuntil Barat Buleleng

Baca juga: Edhy Prabowo Nyatakan Mundur sebagai Menteri KKP, Ini Daftar 7 Orang yang Ditetapkan Tersangka

Oleh karena itu, mulanya petani setempat mengerahkan berbagai cara untuk mengusirnya atau membasminya. 

Pertama, petani sempat menggunakan bahan kimia atau racun tikus, namun tak berhasil.

Bahan kimia tersebut justru berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya.

Bahkan akan berdampak pada jangka panjang. 

Kemudian, kata dia, kedua pihaknya di Desa Bengkel bersama Subak Bengkel menggelar gerakan pengendalian (Gerdal) dengan mencari sumber tikus kemudian dimusnahkan atau pembasmian secara manual.

Saat itu, hanya berlangsung sebentar saja karena dirasa tak efektif mengingat jumlah hama tikus yang cukup banyak hingga ribuan. 

Seiring waktu berjalan, pria yang juga dulunya sebagai bagian dari kelompok konservasi tyto alba di Banjar Pagi, Desa Senganan, Penebel ini memutuskan untuk melepasliarkan burung hantu di Subak Bengkel sebagai pembasmi alami hama tikus tersebut.

Selain itu juga mendapat bantuan rubuha (rumah burung hantu) dari pemerintah dan ada juga yang dibuatkan secara mandiri oleh krama subak.

Sebelum melepas liarkan, pihaknya juga melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada seluruh masyarakat di Desa Bengkel termasuk krama Subak Bengkel.

"Awalnya kami lepaskan tiga ekor burung tyto alba ini sekitar dua bulan lalu," kata dia saat dihubungi, Rabu (25/11/2020).

Wahya melanjutkan, selama dua bulan ini keberadaan tyto alba tersebut dirasa lebih efektif dibandingkan dengan cara sebelumnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved