Breaking News:

Pecatan Polisi di Buleleng Gelar Judi Tajen, Ketut Metriya: Saya Memang Tidak Punya Pekerjaan

Seorang pecatan polisi bernama I Ketut Metriya, diciduk aparat kepolisian sektor Kota Singaraja, gara-gara menggelar judi tajen.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menunjukkan tersangka I Ketut Metriya, Kamis (26/11/2020). Pecatan polisi ini ditangkap gara-gara menggelar judi tajen di Lingkungan Penarungan. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Seorang pecatan polisi bernama I Ketut Metriya, diciduk aparat kepolisian sektor Kota Singaraja, gara-gara menggelar judi tajen.

Lokasi judi dilaksanakan pelaku di Lingkungan Penarungan, Kelurahan Penarukan,Kecamatan Buleleng.

Ditemui Kamis (26/11/2020), Kapolsek Kota Singaraja, Kompol I Made Santika mengatakan, penangkapan ini dilakukan berkat informasi dari masyarakat, yang mulai geram dengan adanya judi tajen di masa pandemi ini.

Berangkat laporan itu, pada Jumat (20/11/2020), pihaknya pun bergegas mendatangi TKP, hingga berhasil menemukan kegiatan judi tajen yang diikuti sebanyak 25 orang bebotoh (pejudi dalam Bahasa Bali, red.). 

Para bebotoh, termasuk penyelenggaranya yakni I Ketut Metriya pun langsung digiring ke Mapolsek Kota Singaraja.

Uniknya para bebotoh, diakui Kompol Santika hanya diberikan pembinaan, karena dianggap tidak mendapatkan keuntungan dari permainan judi tajen tersebut.

Polisi menunjukkan tersangka I Ketut Metriya, Kamis (26/11/2020). Pecatan polisi ini ditangkap gara-gara menggelar judi tajen di Lingkungan Penarungan.
Polisi menunjukkan tersangka I Ketut Metriya, Kamis (26/11/2020). Pecatan polisi ini ditangkap gara-gara menggelar judi tajen di Lingkungan Penarungan. (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)

Sementara sang penyelenggara, I Ketut Metriya diberikan sanksi hukum, dengan pasal 303 Ayat (1), dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 25 juta.

Kompol Santika pun tidak menampik, tersangka I Ketut Metriya merupakan mantan anggota polisi dibagian Patroli Polres Buleleng, dengan pangkat Aiptu.

Tersangka diberhentikan secara tidak hormat sejak dua tahun yang lalu, karena disersi.

Mengingat judi tajen diselenggarakan selama pandemi, dan melanggar protokol kesehatan, Kompol Santika mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim yustisi, apakah juga akan diberikan sanski Pergub Nomor 46 tahun 2020 dan Perbup Nomor 41 tahun 2020, tentang penegakkan protokol kesehatan.

Baca juga: Ditangkap Saat Menempel Sabu, Ridho Dituntut Sebelas Tahun Penjara

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved