Breaking News:

Pembunuhan di Kubutambahan, Konflik Korban dan Pelaku Dimulai dari Ledakan Mercon Tahun Baru

Masih ingat dengan kasus pembunuhan di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan?

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Tersangka pembunuhan, Ketut Mudrayasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Masih ingat dengan kasus pembunuhan di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan?

Usut punya usut, korban Gede Mertayasa alias Tangkas dan pelaku Ketut Mudrayasa memang kerap terlibat cekcok.

Konflik awal mula dimulai dari suara ledakan mercon saat tahun baru.

Ditemui di Mapolres Buleleng, Jumat (27/11/2020) tersangka Ketut Mudrayasa menuturkan saat tahun baru 2020 lalu, dirinya sempat bertengkar dengan korban.

Baca juga: Oknum Anggota Polisi Lakukan Penipuan CPNS, Rugikan Korban hingga Rp 350 Juta

Baca juga: Tingkatkan PAD, Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali Bakal Dilengkapi Area Komersial

Baca juga: Sejarah, Peradaban dan Alih Fungsi Jineng, Dulu Tempat Penyimpanan Padi dan Cermin Status Sosial

Di mana, korban merasa terganggu dengan adanya suara ledakan mercon yang dituding dibuat oleh tersangka Ketut Mudrayasa.

“Padahal saat tahun baru itu saya tidak pernah menyalakan mercon. Sejak itu hubungan kita memang sudah tidak baik,” ucapnya. 

Puncaknya terjadi pada Senin (16/11/2020) kemarin.

Di mana korban kembali merasa tersinggung saat adik pelaku geber motor tepat di depan rumahnya.

Gede Mertayasa pun langsung mendatangi pelaku di rumahnya, dengan maksud untuk menanyakan maksud sang adik geber motor tepat di rumahnya.

Baca juga: Cabuli Keponakan yang Masih di Bawah Umur, Yusa Dituntut 10 Tahun Penjara

Baca juga: Diperiksa Kejari, Disdikpora Badung Akui Sudah Dipanggil Terkait Pengadaan Seragam Gratis

Baca juga: Ketat dengan Prokes Covid-19, Pentahbisan Imam Antonius Gede Ekadana Berjalan Penuh Hikmat

“Dia (korban Gede Mertayasa,red) langsung buka pintu rumah, dan langsung memukuli saya dua kali di bagian pelipis. Saat itu saya sedang bikin tali pancing sambil minum-minum. Tanpa ngomong apa-apa saya langsung dipukul. Akhirnya saya kalap, langsung mengambil badik dan menganiaya dia,” terangnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved